Etika antroposentrisme VS karakter rakyat Indonesia

4 Nov

MAKALAH INDIVIDU PENGEMBANGAN KARAKTER

PENCEGAHAN ETIKA ANTROPOSENTRISME PADA MASYARAKAT INDONESIA
(Perlunya Pengembangan Karakter untuk Mengembangkan Indonesia)

Oleh:
Rizka amalia (I34090030)

Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen
Fakultas Ekologi Manusia
Institut Pertanian Bogor
2011
Bab I
Pendahuluan

Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan, dimana negara yang memiliki perbandingan wilayah daratan dan lautan berkisar 2:3. Adanya perbandingan yang signifikan pada wilayah daratan dan lautan tersebut menjadi potensi besar sumber daya alam bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, secara astronomis, Indonesia terletak di daerah tropik dengan curah hujan tinggi menyebabkan aneka ragam jenis tumbuhan dapat tumbuh subur. Oleh karena itu Indonesia kaya akan berbagai jenis tumbuhan. secara geologis, Indonesia terletak pada pertemuan jalur pergerakan lempeng tektonik dan pegunungan muda menyebabkan terbentuknya berbagai macam sumber daya mineral yang potensial untuk dimanfaatkan. Wilayah lautan di Indonesia mengandung berbagai macam sumber daya nabati, hewani, dan mineral antara lain ikan laut, rumput laut, mutiara serta tambang minyak bumi. Persebaran sumber daya alam hayati terdiri dari sumber daya alam hewani dan nabati yang tersebar di darat dan laut selain hutan yang luas, Indonesia memiliki perkebunan dan pertanian tersebar hampir di seluruh Indonesia. Jumlah dan kualitas sumber daya alam sangat banyak dan tersebar di berbagai daerah di Indonesia selain itu kualitasnya pun sangat bagus sehingga dapat diekspor di berbagai negara sehingga dapat memenuhi devisa negara. Jenis sumber daya alam yang diekspor seperti minyak bumi, gas alam dan bahan tambang lainnya serta hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pariwisata selain itu hasil industri juga dapat diekspor keluar negeri (Arifin 2001).
Adanya sumber daya alam yang melimpah tersebut ternyata belum memberi dampak kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Hal tersebut dibuktikan adanya kemiskinan, korupsi yang merajalela, kondisi moral bangsa yang kian menurun, kerusakan lingkungan serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara ini. Selain itu adanya fakta bahwa total utang pemerintah Indonesia terus membengkak. “…Sampai Januari 2011 utang pemerintah tercatat Rp1.695 triliun atau naik Rp17,13 triliun dibandingkan akhir 2010” (metronews).
Fakta-fakta yang menyedihkan tersebut disebabkan oleh etika antroposentrisme yang dimiliki beberapa orang yang mengejar keuntungan secara instan dari sumber daya alam yang ada tanpa memikirkan keberlanjutan kehidupan masa depan orang-orang dan lingkungan sekitarnya. Etika seperti itu tumbuh akibat adanya banyak faktor seperti lingkungan mikro, meso, ekso dan makro yang kurang mendukung dalam membentuk karakter seseorang. Oleh karena itu, tulisan ini akan membahas lebih lanjut bagaimana kaitannya pengembangan Indonesia dilakukan melalui pengembangan karakter sebagai wujud pencegahan etika antroposentrisme.

Bab II
Pembahasan

2.1. Pemanfaatannya Sumber Daya Alam dan Dampaknya
Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong di dalam cakupan SDA tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah (Wikipedia).
Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan. Sumber daya alam dan tingkat perekonomian suatu negara memiliki kaitan yang erat, di mana kekayaan sumber daya alam secara teoritis akan menunjang pertumbuhan ekonomi yang pesat. Akan tetapi pada kenyataan di Indonesia, hal tersebut justru sangat bertentangan karena di Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya merupakan negara dengan tingkat ekonomi yang rendah. Hal ini disebabkan negara Indonesia yang cenderung memiliki sumber pendapatan besar dari hasil bumi memiliki kestabilan ekonomi sosial yang lebih rendah daripada negara-negara yang bergerak di sektor industri dan jasa. Di samping itu, negara Indonesia yang kaya akan sumber daya alam juga cenderung tidak memiliki teknologi yang memadai dalam mengolahnya. Korupsi, perang saudara, lemahnya pemerintahan dan demokrasi juga menjadi faktor penghambat dari perkembangan perekonomian Indonesia.
Kemajuan peradaban yang tidak disertai sikap mental masyarakat menjadikan pemanfaatan sumber daya alam di lapangan seringkali lebih menggunakan etika antroposentrisme sehingga berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan hidup dari waktu ke waktu. Fakta yang menjadi bukti adanya etika antroposentrisme dalam memanfaatkan SDA adalah eksploitasi sumberdaya alam yang masih terlalu mengedepankan profit dari sisi ekonomi seperti eksploitasi bahan tambang dan logging yang hanya menguntungkan sebagian masyarakat.
Pemanfaatan sumber daya alam yang berbasiskan etika antroposentrisme menimbulkan dampak-dampak pada lingkungan dan kehidupan rakyat Indonesia. Contoh dari dampak tersebut adalah krisis air bersih dan kemiskinan. Dalam tulisan Sutjahjo menyatakan “bahwa baru 20 persen rakyat Indonesia yang bisa mengakses air bersih, itu pun kebanyakan di daerah perkotaan, sedangkan 82 persen rakyat Indonesia mengonsumsi air yang tak layak untuk kesehatan. Krisis air bersih melanda Indonesia. Padahal, Indonesia merupakan negara yang kaya sumber-sumber air. Indonesia memiliki 6 persen persediaan air dunia atau sekitar 21 persen dari persediaan air di Asia Pasifik. Kerusakan DAS dipercepat oleh peningkatan pemanfaatan sumber daya alam sebagai akibat dari pertambahan dan tekanan penduduk serta perkembangan ekonomi, konflik kepentingan dan kurang keterpaduan antarsektor, antarwilayah hulu-tengah-hilir, terutama pada era ekonomi daerah yang menempatkan sumber daya alam sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD)” dan menurut data Kementerian Kehutanan dalam tulisan Sutjahjo , pada juni 2010, Indonesia memiliki sekitar 458 DAS yang tersebar di 33 provinsi. Dari total keseluruhan, 14 DAS dikategorikan mengalami kerusakan parah di antaranya Ciliwung dan Cisadane. Kemiskinan terlihat pada “Total utang pemerintah Indonesia terus membengkak. Sampai Januari 2011 utang pemerintah tercatat Rp1.695 triliun atau naik Rp17,13 triliun dibandingkan akhir 2010” (Metronews).

2.2. Perlunya pengembangan karakter sebagai pencegahan etika antroposentrisme
Semua orang dewasa pernah menjadi anak-anak, dimana anak dapat dianalogkan sebagai kertas putih yang dapat digambari dengan bernacam-macam gambar dan dibumbuhi dengan berbagai warna. Analog ini dapat diartikan bagaimana karakter masa dewasa dipengaruhi oleh lingkungan sekitar anak. Menurut Bronfenbrenner dalam Hastuti, seorang anak dipengaruhi oleh lingkungan fisik dan sosial yang langsung. Kemudian teori ini menjelaskan peta interaksi antara lingkungan dengan anak, sebagai hasil interaksi mikro, meso, ekso dan makro. Anak lahir dan tumbuh di lingkungan paling dekat dengan keluarga, dimana lingkungan keluarga adalah lingkungan yang pertama kali dikenal oleh anak dan berlangsungnya sosialisasi pertama kali. Sosialisasi-sosialisasi tersebut akan membuat anak tahu hal-hal apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Dari sosialisasi tersebut berarti anak telah belajar dari apa yang saja yang dilihatnya, dari tahu kemudian melakukan apa yang dia ketahui, ketika mereka mengulangi apa yang mereka lakukan, tentulah suatu nilai akan terpatri pada dirinya yang kemudian menjadikan hal tersebut sebagai karakter. Oleh karena itu, karakter merupakan watak yang melekat pada diri seseorang yang terbentuk mulai masa anak-anak. Pengembangan karakter pada masa anak-anak melibatkan peran keluarga sehingga ada pepatah bahwa “buah tak jatuh jauh dari pohonnya”, dimana pepatah ini ingin menggambarkan bagaimana peran keluarga sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai moral pada anak, sehingga anak bisa menjadi cerminan perilaku dan nilai-nilai yang dianut keluarga tersebut.
Sumber daya alam yang melimpah di wilayah negara, seharusnya menjamin adanya kesejahteraan seluruh masyarakat yang ada di negara tersebut. Keadaan berbeda tampak di Indonesia, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah tetapi kesejahteraan seluruh masyarakat belum tercipta. Sebenarnya sudah tercipta kesejahteraan di Indonesia, tetapi kesejahteraan tersebut adalah kesejahteraan beberapa orang saja. Beberapa orang yang sejahtera dari sekian banyak masyarakat Indonesia merupakan bagaimana ketimpangan itu terlihat. Beberapa orang yang sejahtera ada yang mempunyai empati, etika dan karakter yang baik, tetapi ada juga dari beberapa orang yang sejahtera tersebut adalah orang-orang yang memang mempunyai empati, etika dan karakter yang menyimpang. Karakter yang menyimpang ditunjukkan dengan adanya “sifat-sifat setan” yaitu sifat rakus, sombong, menguasai, defensive, agresif, tidak jujur, dan mendominasi (mengutip dari perkataan Megawangi). “sifat-sifat setan” ini akibat adanya nurani yang tidak berkembang pada hati mereka, sehingga ketika mereka mempunyai posisi dan akses untuk memanfaatkan Sumber Daya Alam maka yang terjadi adalah keegoisan diri sehingga berdampak pada orang lain, lingkungan dan negaranya. Orang-orang yang seperti itu sebenarnya tahu apa saja konsekuensi dari pemanfaatan Sumber Daya Alam dengan berbasiskan “sifat-sifat setan”, tetapi mereka tidak mau tahu atas pengetahuannya. Hal ini adalah ciri betapa mereka tidak mempunyai simpati dan empati terhadap orang lain, lingkungan, dan negaranya.
Menurut Keraf dalam Adiwibowo, “Etika antroposentrisme adalah etika lingkungan yang memandang manusia sebagai pusat dari sistem alam semesta. Hanya manusia dan kepentingannyalah yang mempunyai nilai. Manusia dianggap sebagai penguasa alam yang bisa menguasai apa saja”. Etika ini memperlihatkan bagaimana seseorang mempunyai sifat rakus, sombong dan tidak berempati dengan alam dan sesama manusia. Jika etika antroposentrisme menjadi dasar perilaku seseorang maka ketika orang tersebut mempunyai posisi dan otoritas yang memungkinkan dalam menguasai dan memanfaatkan Sumber Daya Alam, maka akan terjadi kehancuran, ketimpang, konflik dan kerusakan lingkungan. Dapat dilihat bahwa etika antroposentrisme termasuk bukti nyata bahwa seseorang mempunyai karakter yang menyimpang.
Pencegahan etika antroposentrisme ini dapat dilakukan sejak dini dengan adanya peran keluarga dalam membentuk karakter seseorang. Jika anak hidup pada keluarga harmonis yang bisa menyosialisasikan nilai-nilai dan kelakuan yang baik. Keluarga yang harmonis disertai dengan gaya dan pola serta teknik pengasuhan yang sesuai, seperti penggunaan gaya pengasuhan authoritative yang diiringi dengan pola dan teknik-teknik pengasuhan yang sesuai. “Gaya pengasuhan authoritative merupakan gaya pengasuhan yang menggabungkan dua pendekatan yaitu orang tua memberi batasan aturan dan mempunyai otoritas tinggi, sekaligus merupakan orang tua yang hangat, penuh kasih sayang, memberikan penjelasan dan keterangan yang sesuai dengan pola pikir anak, toleran, dan empati pada anak” (Hastuti 2009). Dari kutipan tersebut dapat dilihat bagaimana keluarga memberi contoh nyata dalam melakukan empati, toleransi dan memberikan kasih sayang. Jika anak menyadari hal tersebut maka anak akan menerapkan nilai-nilai tersebut di lingkungan peer group. Tindakan-tindakan tersebut merupakan ciri dari karakter yang dimiliki seorang anak dan akan membekas sampai mereka dewasa.
Mengacu pada Lickona dalam Megawangi bahwa dalam pembentukan karakter yang baik dapat melalui tiga perkembangan moral yaitu moral knowing, moral feeling dan moral acting. Moral knowing adalah sesuatu yang harus diajarkan yang terdiri dari enam hal yaitu: moral awareness, knowing moral, knowing moral values, perspective taking, moral reasoning, decision making dan self knowlarge. Moral feeling adalah aspek yang lain yang harus ditanamkan kepada anak yang merupakan sumber energi dari diri manusia untuk bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip moral. Sedangkan moral acting adalah bagaimana membuat pengetahuan moral dapat diwujudkan sebagai tindakan nyata. Hal yang sama di ungkapakan oleh Karen E. Bohlin, Deborah Farmer dan Kevin Ryan dalam Magawangi bahwa membentuk karakter adalah dengan menumbuhkan karakter yang merupakan “the habits of mind, heart, and action”, yang antara ketiganya adalah saling berkaitan. Jika seseorang terbentuk karakternya dengan baik melalui perkembangan-perkembangan moral yang telah disebutkan maka seseorang tersebut tidak akan memiliki etika antroposentrisme tetapi justru akan mempunyai etika ekosentrisme.
“Etika ekosentrisme ini berangkat dari pemahaman bahwa secara ekologis makhluk hidup dan lingkungan abiotiknya satu sama lain saling berkaitan, tidak dapat dipisahkan. Sehingga kewajiban dan tanggung jawab moral manusia tidak hanya dibatasi pada makhluk hidup, melainkan juga berlaku pada semua realita ekologi” (Keraf 2002 dalam Adiwibowo 2007). Etika ekosentrisme memperlihatkan bagaimana seseorang bisa menyeimbangkan perkembangan otak dan hati nuraninya sehingga bisa peduli dan empati pada semua makhluk dan berpikiran panjang atas apa yang diperbuatnya. Sehingga ketika seseorang ini memiliki posisi dan otoritas dalam menguasai dan memanfaatkan Sumber Daya yang ada maka seseorang tersebut dapat menciptakan suatu keseimbangan pemanfaatan dan pengelolaan yang sustainable.

2.3. Pengembangan karakter untuk mengembangkan Indonesia
Pada dasarnya dalam membentuk karakter anak memerlukan lingkungan meso, ekso dan makro yang kondusif yang saling berintegrasi untuk menciptakan lingkungan keluarga yang nyaman. Kenyamanan lingkungan keluarga dibutuhkan karena lingkungan keluarga berinteraksi langsung dengan anak dan merupakan tempat sosialisasi dini. Membentuk manusia secara utuh (holistik) yang berkarakter, yaitu mengembangkan aspek fisik, emosi, sosial, kreativitas, spiritual dan intelektual secara optimal. Sikap merupakan evaluasi terhadap berbagai aspek dalam dunia sosial. Sikap sering kali ambivalen yaitu dimana kita mengevaluasi berbagai isu, orang, kelompok atau objek secara positif maupun negatif. Pembentukan sikap terdiri atas pembelajaran sosial dan faktor genetik. Salah satu sumber penting yang membentuk sikap adalah pembelajaran sosial. Pembelajaran ini terjadi melalui beberapa proses yaitu classical conditioning, instrumental conditioning, perbandingan sosial dan pembelajaran dari observasi (Baron 2003). Classical conditioning merupakan prinsip dasar psikologi ketika sebuah stimulus berulang-ulang diikuti oleh stimulus yang lain, stimulus pertama akan segera dianggap sebagai tanda-tanda bagi munculnya stimulus yang mengikutinya. Instrumental conditioning merupakan proses belajar yang diperkuat dengan memberikan reinforcement pada sikap yang dimunculkan. Perbandingan sosial yaitu membandingkan diri sendiri dengan orang lain untuk menentukan benar atau salahnya pandangan kita pada suatu kenyataan sosial, sedangkan pembelajaran dari observasi merupakan belajar dengan mengobservasi dari orang di sekitarnya (Baron 2003). Paparan tentang sikap tersebut dapat disimpulkan bagaimana untuk berperilaku manusia maka seseorang harus mengetahui dan mengevaluasi realitas sosial yang baru kemudian akan diadopsi sebagai perilaku seseorang.
Sudah dipaparkan terlebih dahulu bagaimana pengembangan karakter sejak dini dapat mencegah adanya etika antroposentrisme bahkan adanya kecenderungan pengembangan karakter akan menciptakan etika ekosentrisme. Hal tersebut akan menjadi ‘Faktor budaya yang dicerminkan oleh karakter dan perilaku masyarakatnya disebut sebagai “modal sosial” / Social capital’ ( Kottler dalam Hastuti). Negara dengan sosial capital tinggi disebut high trust society, yang mempunyai rasa kebersamaan tinggi, rasa saling percaya, serta rendahnya tingkat konflik. Hal tersebut dapat terwujud jika individu menjunjung tinggi nilai kebersamaan, loyalitas, kejujuran, dan menjalankan kewajibannya (Francis Fukuyama dalam Hastuti).
Jika masyarakat Indonesia memiliki karakter yang membentuk mereka untuk mempunyai etika ekosentrisme dan memiliki modal sosial maka kehidupan masyarakat yang cenderung selaras dengan alam, dimana memanfaatkan alam dengan pemikiran yang dalam agar tidak terjadi kerusakan alam; saling percaya antara masyarakat yang heterogen, dimana adanya toleransi yang tinggi antar suku dan agama agar tidak terjadi perpecahan dan peperangan; serta amanah dan jujur ketika mempunyai posisi dan otoritas yang akan mencegah seseorang untuk tidak akan melakukan hal yang merugikan negara, lingkungan dan sesama manusia seperti korupsi dan eksploitasi sumber daya alam. Dapat dibayangkan bagaimana negara Indonesia dapat mencapai kemakmuran, kesejahteraan dan kedamaian pada saat semua warganya mempunyai karakter.

Bab III
Penutup

3.1. Kesimpulan
Pengembangan karakter dapat dilakukan dengan pembentukan karakter melalui tiga perkembangan moral yaitu moral knowing, moral feeling dan moral acting yang memerlukan adanya peran keluarga harmonis disertai dengan gaya dan pola serta teknik pengasuhan yang sesuai. Pengembangan karakter melalui perkembangan-perkembangan moral yang telah disebutkan maka seseorang tersebut tidak akan memiliki etika antroposentrisme tetapi justru akan mempunyai etika ekosentrisme yang dapat mengelola sumber daya alam dengan pemikiran dalam dan penuh tanggung jawab. Sehingga negara Indonesia dapat mencapai kemakmuran, kesejahteraan dan kedamaian.

Daftar Pustaka

Adiwibowo, S (editor). 2007. Ekologi Manusia. Fakultas ekologi Manusia-IPB: Bogor.
Anonim. 2011. Sumber daya alam. [internet]. Dapat diakses di {http://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_alam}. Tanggal akses 11 Oktober 2011.
Arifin, B. 2011. Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia: perspektif ekonomi, etika dan praksis kebijakan . Erlangga: Jakarta.
Baron R, Byrne D. 2003. Psikologi Sosial. Erlangga: Jakarta.
Hastuti, D. 2009. Pengasuhan: Teori dan prinsip serta aplikasinya di Indonesia. Departemen ilmu keluarga dan konsumen-IPB.
Lek/Fan/WP. 2011. Eksplorasi alam yang agresif makin memiskinkan rakyat. [internet]. Dapat di akses di {http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/72969}. Tanggal akses 11 Oktober 2011.
Megawangi, R. 2007. Pendidikan karakter: solusi yang tepat untuk membangun bangsa. Indonesia Heritage Foundation: Bogor.
Sutjahjo, SH. 2011. Utang dan kekayaan sumber daya alam. [internet]. Dapat di akses di {http://www.metrotvnews.com/read/analisdetail/2011/09/21/204/Utang-dan-Kekayaan-Sumber-Daya-Alam-Indonesia}. Tanggal akses 11 oktober 2011.
Sutjahjo. 2011. Musim kemarau panjang, krisis air menghadang. [internet].{ http://www.metrotvnews.com/read/analisdetail/2011/10/10/208/Musim-Kemarau-Panjang-Krisis-Air-Menghadang}. Tanggal akses 11 oktober 2011.

juklak MPF 47

2 Jul

MPF Hari I,
Kamis 04 Agustus 2011
Korlap : babang yusup , Timer : rizka amalia
No
Tanggal
Waktu (WIB)
Durasi (menit)
Kegiatan
Penanggung Jawab
Deskripsi
Logistik
1
04 Agustus 2011
06.00-06.15

Panitia datang dan persiapan tempat
Didi, siska dan rizka
Ada 3 tempat yang harus di handle yaitu:gladiator, taman rektorat dan AHN.
Gladiator PAK, tatib, didi, acara
AHNrizka, dekorasi,humas, acara, logstran
Taman rektoratsiska, acara, tatib,PAK,konsumsi

2

06.15-07.15

Briefing panitia
Babang

3

07.15-07.30

Panitia stand by dan persiapan kedatangan peserta
Tatib
Tatib mengisi spot-spot yang telah ditentukan oleh koor tatib

4

07.30-07.40

Peserta datang
PAK dan tatib
Tatib stanby di spot-spot yang ditentukan dan PAK mengarahkan peserta, dan panitia lainnya berada di taman rektoray dan AHN untuk persiapan acara selanjutnya.

5

07.40-08.00

Pengecekan peserta
PAK dan tatib

6

08.00-08.10

Mobilisasi ke taman rektorat
Tatib

7

08.10-08.20

Pengaturan barisan
Tatib
Barisan peserta di atur oleh tatib sehingga bertuliskan “MPF FEMA 47”

8

08.20-08.35

Pembukaan+pelepasan burung+penanaman pohon
Novi+siska+logstran
Pembukaan oleh Dekan dilanjutkan pelepasan burung dan menananm pohon secara simbolik.
Novi memastikan keberadaan pak arif dan siska memastikan burung dan pohonnya
Logstran menyediakan wateringcan, air dan cangkul kecil
Toak, cangkul kecil, wateringcan, air
9

08.35-08.45

Mobilisasi peserta ke AHN
Tatib

10

08.45-08.55

TARI
Ajeng+ami

11

08.55-09.10

Pembukaan MC
Yandra dan lulu

2 mic
12

09.10-10.15

FRUTY
Novi+siska
Memastikan KADEP,WADEK dan DEKAN telah hadir serta bingkisan harus sudah diberikan pada pembicara.
Laptop
13

10.15-10.30

Ice breaking
Yandra dan lulu

14

10.30-12.00

FADER
Novi+siska
Memastikan pak anis hadir
Cv pak anis
15

12.00-12.45

Sholat
Tatib
Sholat dilaksanakan secara bergelombang sedangkan yang belum dapat giliran sholat diputarkan video garapan anak-anak FEMA

16

12.45-13.15

BREAD
Yandra dan lulu

18

13.15-14.15

LOVELY
Novi+siska
Memastikan perwakilan dari LK FEMA hadir dan sudah mempersiapkan presentasinya
Bahan presentasi masing-masing LK
19

14.15-14.55

BREAD
Yandra dan lulu

20

15.55-15.05

teamsong
Ajeng dan babang

Gitar

15.05-15.45

Sholat
Tatib
Sholat dilaksanakan secara bergelombang sedangkan yang belum dapat giliran sholat diputarkan video garapan anak-anak FEMA
Film documenter
21

15.45-16.05

BREAD
Yandra dan lulu

22

16.05-16.20

Evaluasi
Tatib

23

16.20

Pulang
Tatib

MPF Hari II,
Kamis 05 Agustus 2011
Korlap : babang yusup Timer : rizka amalia
No
Tanggal
Waktu (WIB)
Durasi (menit)
Kegiatan
Penanggung Jawab
Deskripsi
Logistik
1
05 Agustus 2011
06.00-06.15

Panitia datang dan persiapan tempat
Didi dan rizka
Ada dua tempat yang harus di handle: AHN dan gladiator
AHN dekorasi,humas,acara, rizka
Gladiatortatib, PAK, didi, konsumsi

2

06.15-06.45

Briefing panitia
Babang

3

06.45-07.00

Panitia stand by dan persiapan kedatangan peserta
Tatib
Tatib mengisi spot-spot yang telah ditentukan oleh koor tatib

4

07.00-07.15

Peserta datang
Tatib dan PAK
Tatib standby di spot-spot yang ditentukan dan PAK mengarahkan peserta, dan panitia lainnya berada di AHN untuk persiapan acara selanjutnya.

5

07.15-07.30

Pengecekan
Tatib

6

07.30-07.45

Mobilisasi ke AHN
Tatib

7

07.45-08.00

Pembukaan
MC+yandra+lulu
MC membuka acara dengan jargon dan semangat
2 mic
8

08.00-09.00

sosialisasi PKM
Novi+siska
Memastikanbu mega dkk hadir.
Bahan presentasi
9

09.00-09.30

BREAD
Yandra+lulu

10

09.30-11.00

Our ecology
Novi+babang
Memastikan pembicara hadir.
CV dan bahan presentasi
11

11.00-11.30

BREAD
Yandra dan lulu

12

11.30-14.00

SUPER
Rizka+novi
Memastikan kak isma, kak siska dkk hadir.
CV dan bahan presentasi
13

14.00-15.00

BREAD
Yandra dan lulu

14

15.00-15.40

Sholat
Tatib
Sholat dilaksanakan secara bergelombang sedangkan yang belum dapat giliran sholat diputarkan video garapan anak-anak FEMA

15

15.40-15.50

Post test
Ami+didi+novi+ajeng
Penyebaran kuisioner akhir.
Form post tes
16

15.50-16.50

ESQ
Siska+novi+medis
Memastikan pembicara hadir dan medis bersiap-siap di dalam AHN jika ada peserta yang pingsan.
CV dan alat presentasi yang di inginkan
17

16.50-17.00

Evaluasi
Tatib

18

17.00

pulang
Tatib

MPF Hari Terakhir Dengan MPD,
Kamis 06 Agustus 2011
Korlap :babang yusup , Timer : rizka amalia
No
Tanggal
Waktu (WIB)
Durasi (menit)
Kegiatan
Penanggung Jawab
Deskripsi
Logistik
1
06 Agustus 2011
16.15-16.30
15
Pembacaan award
Didi+ team kraetif
Dengan assumsi sudah sholat asar ketika di MPD, peserta langsung dimobilisasi ke AUDIT GMSK untuk penutipan MPF dengan diawali pembacaan award
LCD, wirless, podium, bunga-bunga, kursi, kain, meja, karpet
2

16.45-17.00
15
Aksi Tatib
Ami

3

17.00-17.30
30
Penutupan MPF
Novi
Novi memastikan keberadaan pak arif

4

17.30-18.00
30
ta’jil
ami+lulu+konsumsi

Konsumsi,
5

18.00-18.30
30
Sholat
Logstran
Spot-spot wudu dibuka dan logstran merapihkan audit GMSK untuk digunakan sholat
Sapu,trasback, tempat sampah
6

18.30-19.00
30
FRESH
ami+lulu+konsumsi

Konsumsi
7

19.00

Sayonara

Seluruh panitia beres-beres dulu

relativisme budaya

29 Jun

 Makalah Akhir Antropologi Sosial

Mitos Bahan Pangan Bagi Ibu Hamil Suku Jawa Menurut Pandangan Relativisme Budaya Dan Medis

Anggota Kelompok

Rizka Amalia                   I34090030

Novi Rizqi Ramadhani     I14090047

Yusvita Sari                     I14090031

Dosen Pembimbing

Winarti Wigna

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2011


DAFTAR ISI

 

 

DAFTAR ISI. 2

BAB 1. 3

PENDAHULUAN.. 3

1.1  Latar Belakang. 3

1.2 Rumusan Masalah. 5

1.3 Tujuan. 5

BAB II. 7

PEMBAHASAN.. 7

2.1 Paparan Masalah. 7

2.2 Analisis Masalah. 8

Tabel 1 Kebutuhan zat gizi selama kehamilan dan masa laktasi 8

Tabel 2 Kebutuhan makanan berdasarkan usia kehamilan. 9

Tabel 3 Kandungan gizi telur ayam kampung. 10

Tabel 4 Kandungan vitamin dan mineral pada telur 10

Bab III. 13

Kesimpulan dan Rekomendasi. 13

DAFTAR PUSTAKA.. 14

 


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Pulau Jawa termasuk pulau dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Banyaknya jumlah penduduk tersebut juga diimbangi dengan beraneka ragamnya suku yang ada di pulau Jawa. Pulau yang memiliki enam provinsi ini memiliki beberapa suku yang terkenal, antara lain Jawa, Sunda, Betawi, dan Madura. Masing-masing suku pasti memiliki kebudayaan khas masing-masing yang menjadi landasan bagi masyarakatnya dalam bertindak.  Menurut Ralph Linton dalam Ihrom (1999), kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan dari masyarakat manapun dan tidak hanya mengenai sebagian dari cara hidup itu, yaitu bagian yang oleh masyarakat dianggap lebih tinggi atau lebih diinginkan. Kebudayaan merujuk pada berbagai aspek kehidupan, yaitu cara-cara berlaku, kepercayaan-kepercayaan dan sikap-sikap, dan juga hasil dari kegiatan manusia yang khas untuk suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu tergantung dari transmisi biologis atau pewarisan melalui unsur genetis. Dalam buku Ilmu Pengantar Antropologi karangan Kontjaraningrat (1990), kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan belajar (Budiwati dan Corlina).

Kepercayaan-kepercayaan dalam kebudayaan di masyarakat dapat dilihat dari adanya mitos-mitos yang berkembang di masyarakat. Pengertian umum tentang mitos dalam OXFORD Advanced Learner’s Dictionary (2002) adalah “A story from ancient times, especially one that was told to explain natural events or describe the early history of a people; this type of story: ancient Greek myths - a creation myth (=that explains how the world began) - the heroes of myth and legend”, cerita dari masa lampau khususnya seseorang diberi tahu untuk menjekaskan kejadian alami atau meneskripsikan awal sejarah masyarakat ; tipe cerita. Selain pengertian umum tersebut, Hutomo (1991), Bascom (Danandjaya, 2002), dan Sutarto (1997) memiliki pandangan tentang apa itu mitos. Hutomo (1991: 63) berpendapat mitos (mite) yang berasal dari bahasa Yunani berarti cerita-cerita tentang dewa-dewa atau pahlawan-pahlawan yang dipuja-puja. Mitos adalah cerita-cerita suci yang mendukung sistem kepercayaan atau agama/religi. Menurut Bascom (Danandjaya, 2002: 50), mite atau mitos merupakan cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi serta dianggap suci oleh yang empunya cerita. Dapat disimpulkan bahwa mitos adalah sebuah cerita naratif yang berakar dari kebudayaan atau sejarah primitif pada suatu masyarakat, daerah atau agama. Biasanya cerita primitif ini merupakan perwujudan dari fantasi alam bawah sadar bukan berdasarkan akal pikiran (Anonim 2011).

Masyarakat Jawa adalah masyarakat yang masih cukup kuat memegang kepercayaan berdasarkan mitos yang diperoleh dari para tetuanya. Mitos di masyarakat Jawa umumnya masih berkembang di masyarakat wilayah pedesaan dimana mereka tidak terlalu banyak tersentuh pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi yang terbaru. Mereka menyalurkan mitos tersebut melalui nasihat atau aturan yang mengikat bagi keluarganya sehingga mitos tersebut masih tetap hidup dan dipatuhi. Budaya Jawa memberlakukan begitu banyak mitos mengenai wanita hamil mulai dari segi makanan, keseharian, tindak tanduk, ataupun semua hal yang berkaitan dengan keseharian si ibu hamil ataupun si bayi. Salah satu mitos yang akan dibahas pada makalah kali ini adalah mitos mengenai makanan yang dilarang untuk dikonsumsi oleh wanita hamil di daerah Jawa.

Pada dasarnya, tujuan orang-orang terdahulu menciptakan mitos bermacam-macam tentang kehamilan hanyalah supaya ibu hamil maupun suaminya dapat menjaga kehamilan dengan baik. Tujuannya adalah untuk menyiapkan kehamilan yang sehat sehingga bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama yang berkaitan dengan kebiasaan dan konsumsi bahan makan.

Saat hamil, seorang wanita tidak hanya memikirkan kebutuhan gizi bagi dirinya sendiri melainkan juga bagi janin yang dikandungnya. Asupan makanan adalah faktor penting bagi pemenuhan zat gizi yang cukup dan seimbang bagi ibu hamil. Bahkan, ibu hamil seharusnya memiliki susunan makanan yang disesuaikan dengan usia kehamilannya sebab ibu hamil biasanya akan mengalami permasalahan ataupun peningkatan kebutuhan zat gizi yang berbeda pada masa usia kehamilan yang berbeda. Kepercayaan di masyarakat mengenai  suatu bahan pangan yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil justru mempengaruhi asupan makanan bagi ibu hamil. Padahal dari segi medis boleh jadi bahan makanan tersebut sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil karena kandungan zat gizinya yang lengkap ataupun tepat bagi perkembangan janin. Dua aspek inilah yang menjadi sangat kontradiktif dan tak jarang menimbulkan suatu permasalahan bagi ibu hamil. Meskipun kontradikitif, hal tersebut dapat dihindari dengan penanganan  berdasarkan prinsip relativisme budaya. Relativisme budaya merupakan suatu pandangan yang memersepsikan suatu gejala sosial budaya dari perspektif para penganut budaya yang bersangkutan (Howard 2000 dalam Zeffry 2006). Dengan demikian analisis masalah serta solusi yang akan disampaikan harus disesuaikan dengan kebudayaan yang sudah ada dalam masyarakat sehingga tidak timbul konflik.

Berdasarkan paparan di atas, makalah ini dibuat untuk membahas solusi penanganan masalah gizi ibu hamil atas mitos makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil berdasarkan pandangan masyarakat Jawa melalui relativisme budaya. Permasalahan ini diangkat mengingat masa kehamilan adalah masa yang paling krusial bagi dua jiwa, yaitu ibu hamil dan bayi dan masyarakat Jawa adalah masyarakat yang jumlahnya cukup banyak di Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini, antara lain :

  1. Apakah mitos yang berkembang pada masyarakat Jawa mengenai konsumsi makanan ibu hamil?
  2. Apa saja makanan yang dilarang bagi ibu hamil berdasarkan mitos yang berkembang di Jawa?
  3. Apakah pengaruh mitos tersebut pada kehidupan masyarakat Jawa?
  4. Bagaimana pandangan  ilmu medis modern atas mitos tersebut?
  5. Bagaimana mengatasi permasalahan yang timbul akibat mitos yang berkembang dengan perspektif relativisme budaya?

1.3 Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini, antara lain :

  1. Memenuhi persyaratan tugas akhir mata kuliah Antropologi Sosial,
  2. Menambah pengetahuan mahasiswa mengenai fenomena antropologi yang terjadi di masyarakat berdasarkan relativisme budaya,
  3. Menganalisis hubungan fenomena antropologi dengan ilmu modern yang berlaku di masyarakat,
  4. Memberi rekomendasi berupa solusi atas fenomena yang terjadi di masyarakat berdasarkan perspektif relativisme budaya.
  5. Menjadi referensi bagi akademisi untuk membuat penelitian pengembangan mengenai fenomena antropologi yang terjadi di masyarakat berdasarkan relativisme budaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Paparan Masalah

Kemajemukan geografis Indonesia diikuti pula dengan kemajemukan suku yang ada. Masing-masing suku memiliki kebudayaan yang khas sesuai dengan yang berkembang dari nenek moyang mereka. Kebudayaan yang ada tidak hanya berbentuk materi tetapi juga nonmateri. Salah satunya adalah sistem kepercayaan yang berkembang dalam bentuk mitos.

Masyarakat  Jawa adalah masyarakat yang cukup lekat dengan adanya mitos dari nenek moyang mereka. Mitos yang berkembang ada di beberapa aktivitas ataupun aspek kehidupan. Mitos yang akan diangkat pada makalah ini adalah mitos mengenai konsumsi makanan pada ibu hamil. Menurut masyarakat Jawa, ada beberapa makanan yang tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil karena diyakini akan menimbulkan dampak yang tidak baik. Beberapa mitos yang berkembang tersebut, antara lain :

  1. Wanita hamil dilarang makan cumi-cumi karena  nanti ketika melahirkan bayinya tidak keluar masuk vagina.
  2. Wanita hamil dilarang  makan telur ayam kampung  karena bayinya akan susah dilahirkan.
  3. Wanita hamil dilarang makan ikan lele karena bayi yang dikandungnya akan hilang dari kandungan.
  4. Wanita hamil dilarang makan udang karena diyakini bayinya akan menjepit-jepit dalam rahim.
  5. Wanita hamil dilarang makan tebu agar wanita yang melahirkan tidak banyak mengeluarkan darah ketika melahirkan.
  6. Wanita hamil tidak boleh makan pisang yang dempet karena diyakini bayinya akan kembar siam.
  7. Wanita hamil tidak boleh  makan nanas sebab buah tersebut dipercaya dapat menyebabkan janin dalam kandungan gugur.
  8. Wanita hamil dilarang makan ikan mentah agar bayinya tidak berbau amis.

Berdasarkan hasil wawancara, beberapa mitos tersebut muncul setelah ada kejadian yang benar-benar terjadi setelah konsumsi beberapa jenis makanan di atas. Salah satunya adalah kasus bayi yang dilahirkan tidak langsung dapat membuka matanya karena ibunya mengonsumsi telur. Bayi akan membuka matanya jika sudah berumur lebih dari satu bulan. Menurut mitos Jawa, ibu hamil dapat mengkonsumsi semua jenis makanan jika makanan tersebut merupakan makanan yang tidak tergolong dalam makanan yang dimitoskan oleh budaya Jawa.

Salah satu bahan makanan yang dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil di suku Jawa adalah telur. Seperti yang diketahui, telur adalah sumber protein hewani yang cukup murah dan banyak beredar di pasaran. Telur juga mengandung beberapa gizi penting yang sangat diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia, terutama bayi, balita, dan anak-anak. Bagi wanita hamil, telur termasuk sumber protein, vitamin, dan mineral yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan janin.

Perbedaan perspektif inilah yang menjadi permasalahan untuk dibahas pada makalah ini. Relativisme budaya yang ada dikaitkan dengan teori medis modern yang berkembang di masyarakat. Kemudian kedua pandangan tersebut dicari titik tengah untuk mendapatkan solusi yang sesuai, terutama yang dapat diterima masyarakat Jawa.

2.2 Analisis Masalah

Kebutuhan zat gizi saat masa kehamilan meningkat seiring dengan kebutuhan bagi pertumbuhan dan perkembangan janin, pemeliharaan dan kesehatan ibu, serta persediaan untuk masa laktasi, baik untuk janin maupun ibu (misalnya, persediaan zat besi, protein, dan kalsium). Makanan harus seimbang dan mengandung semua zat gizi dalam jumlah yang cukup. Zat yang paling banyak diperlukan saat hamil adalah makanan yang mengandung zat pembangun, vitamin, dan mineral (Saminem 2009).

Tabel 1 Kebutuhan zat gizi selama kehamilan dan masa laktasi

  Kalori Protein (g) Garam kapur (g) Garam besi (mg) Vitamin A (IU) Vitamin B (mg) Vitamin C (mg)
Wanita dewasa (tidak hamil) 2000 47 0,6 12 4.000 0,7 60
Wanita hamil 2300 67 1,2 17 5.000 0,9 90
Wanita menyusui 2800 87 1,2 17 6.000 1,1 90

(Saminem 2009).

Tabel 2 Kebutuhan makanan berdasarkan usia kehamilan

Usia kehamilan Sumber karbohidrat/energy Sumber Protein
Trisemester  I +100 g nasi +1 butir telur atau 50 g daging sapi atau 50 g tempe/tahu
Trisemester  II +200 g nasi +1 butir telur atau 50 g daging sapi atau 50 g tempe/tahu
Trisemester  III +200 g nasi +1 butir telur atau 50 g daging sapi atau 50 g tempe/tahu

(Wirakusumah  2010)

Berdasarkan artikel yang pernah ditulis pada harian Kompas, telur ayam kampung sangat baik dikonsumsi oleh wanita hamil. Para peneliti dari Pennsylvania State University mengatakan,ayam kampung menghasilkan telur dengan nutrisi esensial yang lebih tinggi dibandingkan dengan ayam ras. Kandungan vitamin E-nya dua kali lipat lebih banyak, dan lemak omega-3-nya 2,5 kali lebih unggul. Semua zat gizi tersebut penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh, fungsi penglihatan, fungsi otak, hingga kesehatan jantung kita. Limpahan gizi telur ayam kampung ini disebabkan oleh kondisi ayam yang menghasilkan telur tersebut. Tidak seperti ayam negeri yang diternakkan di dalam kandang, ayam kampung diternakkan dengan membiarkannya berkeliaran di udara terbuka sehingga ayam kampung mendapat bahan makanan alami, seperti biji-bijian, tanaman hijau, serangga, dan cacing. Berada di ruang terbuka juga memungkinkan ayam kampung untuk mendapatkan udara bersih dan cukup sinar matahari.

Selain vitamin E dan asam lemak omega-3 yang lebih banyak, telur ayam kampung juga memiliki kolesterol 1/3 lebih sedikit, lemak jenuh 1/4 lebih sedikit, vitamin A yang 2/3 lebih banyak, dan beta karoten tujuh kali lebih banyak. Kandungan beta karoten yang lebih banyak inilah yang menyebabkan kuning telurnya terlihat lebih gelap. Kemudian, vitamin D-nya juga tiga sampai enam kali lebih banyak.  Karena vitamin E dan D, omega-3, serta setengah dari protein pada telur ini didapatkan dari kuning telurnya, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi bagian lezat dari telur ini. Kuning telur juga mengandung lecithin, yang bersama omega-3 akan berfungsi menyeimbangkan kadar kolesterol dan lemak jenuhnya.

 

Tabel 3 Kandungan gizi telur ayam kampung

Jenis zat Kuning telur Putih telur Telur
Bahan yang dapat dimakan (%) 100 100 90
Energi (kal) 355 46 158
Energi (Kj) 1501 197 667
Air (g) 49.4 87,8 74
Protein (g) 16,3 10,8 12,8
Lemak (g) 31,9 0 11,5
Karbohidrat (g) 0,7 0,8 0,7
Mineral (g) 1,7 0,6 1,0
Kalsium (mg) 147,0 6,0 54,0
Fosfor (mg) 586 17 180
Besi (mg) 7,2 0,2 2,7
Vitamin A (retinol) (mcg) 600 0 270
Vitamin B1 (tiamin) (mg) 0,27 0,01 0,1
Vitamin C (asam askorbat) (mg) 0 0 0

(Sujionohadi dan Setiawan 2007)

Tabel 4 Kandungan vitamin dan mineral pada telur

  Telur utuh Kuning telur Putih telur
Vitamin A 160 450 0
Vitamin B1 (mg) 0,07 0,19 0
Niasin (mg) 2,1 2,6 0
Asam folat (mg) 32 26 5
Vitamin B12 (mg) 0,41 0,4 0,31
Vitamin E 0,57 0,51 0
Kalsium (mg) 39 100 5
Seng (mg) 0,9 2,5 0

(Anwar dan Khomsan 2009)

Protein dibutuhkan untuk mendukung proses tumbuh kembang janin agar dapat berlangsung optimal dan untuk pembentukan sel-sel darah merah baru dalam tubuh janin Asam folat penting dalam pembelahan sel, terutama pada saat terbentuknya sel-sel baru saat kehamilan dan balita. Selain itu, asam folat juga mencegah anemia, memproduksi asam amino, mencegah cacat bawaan pada bayi lahir yang menyerang otak (anencephaly) dan menyerang sumsum tulang belakang (spina bifida)

Fungsi vitamin E pada masa kehamilan adalah untuk menjaga struktur dan fungsi komponen-komponen sel tubuh ibu dan janin,membantu pembentukan sel darah merah, dan sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Selama pertumbuhan janin, vitamin A berperan dalam pengertian sel baru pada semua jaringan tubuh dan sel saraf, pembentukan tulang dan gigi, pencegah terjadinya kelainan bawaan  pada bayi serta meningkatkan daya tahan tubuh ibu hamil. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan pertumbuhan janin terganggu, pertumbuhan sel-sel dalam tubuh kurang optimal dan sistem kekebalan tubuh ibu hamil menurun. Sumber makanan yang dapat menggantikan kekurangan vitamin A diantaranya hati sapi, daging sapi, daging ayam,  telur bebek, jagung kuning, bayam hijau, bayam merah, semangka.

Beberapa jenis vitamin B yang terdapat dalam telur memiliki peran yang cukup penting bagi wanita hamil. Vitamin B1, B2 berguna sebagain koenzim untuk metabolisme energy bagi pertumbuhan janin, membantu metabolism karbohidrat. Vitamin B3 fungsinya untuk mengurangi kelelahan,mencegah anemia,membantu sintesis hormon, dan membantu metabolisme koenzim didalam pembentukan energy. Vitamin B6 fungsinya untuk sebagai antioksidan, membantu membentuk asam amino, triptofan manjadi vitamin B3 sebagai pembentuk protein dari asam aminoserta membentuk sel darah merah, saraf otak dan otot-otot tubuh janin. Vitamin B12, penyebab peningkatan selama kehamilan yaitu pembentukan sel darah merah dan pembentukan koenzim untuk metabolism asam nukleat dab protein, fungsinya untuk membantu pertumbuhan janin dan pematangan sel darah merah.

Sumber makanan  vitamin B1, B3, B6, dan B12 yang dapat kita temukan diantaranya pada kacang panjang, buncis, kacang kapri, sayuran berwarna hijau seperti bayam, brokoli, sawi hijau, susu, keju,daging, hati, ikan tuna, ikan salmon, lobak.

Mineral seperti kalsium dan seng juga sangat diperlukan bagi ibu hamil. Sebanyak 99% kalsium yang dikonsumsi ibu digunakan untuk membentuk tulang dan gigi janin. Pada trisemester akhir, seng diperlukan untuk mengembangkan jaringan tisu di otak janin (Wibisono dan Dewi 2009).

Dari paparan di atas diketahui bahwa banyak nutrisi yang terkandung dalam telur yang sangat penting bagi bayi dan ibu hamil. Kejadian yang terjadi pada bayi menurut mitos masyarakat Jawa dimana bayi akan susah membuka matanya ketika si ibu mengonsumsi telur sama sekali tidak ada korelasinya dengan teori medis modern. Kejadian tersebut mungkin disebabkan faktor lain yang kemudian dikaitkan dengan konsumsi telur oleh ibu hamil tersebut.

Untuk mengatasi kekurangan nutrisi pada ibu hamil masyarakat Jawa akibat kurangnya konsumsi telur dapat mengganti konsumsinya dengan beberapa bahan makanan, seperti :

  1. Wortel, daging sapi, daging ayam,  jagung kuning, bayam hijau, bayam merah, dan  semangka untuk menggantikan vitamin A.
  2. Daging, sereal, kembang kol, lettuce, dan kedelai dapat menggantikan kandungan kholin dalam telur ayam.
  3. Kacang panjang, buncis, kacang kapri, sayuran berwarna hijau seperti bayam, brokoli, sawi hijau, susu, keju,daging, dan lobak sebagai pengganti vitamin B1, B3, B6, dan B12.
  4. Daging dan tempe adalah pengganti protein.

Dari beberapa makanan alternatif yang telah disebutkan diatas diharapkan akan  menggantikan kekurangan nutrisi dari telur.

 

BAB III

KESIMPULAN

Mitos merupakan salah satu dari budaya. Budaya Jawa mempunyai beberapa mitos yang mengatur tata cara wanita hamil, salah satunya adalah konsumsi makanan yang dilarang bagi ibu hamil. Contoh kejadiannya adalah susahnya seorang bayi untuk membuka matanya sesaat setelah dilahirkan yang dihubungkan dengan konsumsi telur oleh ibunya

Berdasarkan tinjauan medis, telur justru menjadi bahan pangan yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin karena kandungan protein, vitamin, dan mineral yang beragam. Susahnya membuka mata pada bayi tidak ada korelasinya sama sekali dengan konsumsi telur.

Solusi yang ditawarkan berdasarkan pandangan relativisme budaya agar wanita hamil di masyarakat Jawa tidak kekurangan nutrisi yang diperoleh dari telur, yaitu mengganti konsumsinya dengan beberapa bahan makanan, seperti :

  1.  Wortel, daging sapi, daging ayam,  jagung kuning, bayam hijau, bayam merah, dan  semangka untuk menggantikan vitamin A dalam telur ayam.
  2. Daging, sereal, kembang kol, lettuce, dan kedelai dapat menggantikan kandungan Cholin dalam telur ayam.
  3. Kacang panjang, buncis, kacang kapri, sayuran berwarna hijau seperti bayam, brokoli, sawi hijau, susu, keju,daging, dan lobak sebagai pengganti vitamin B1, B3, B6, dan B12 dalam telur ayam.
  4. Daging dan tempe adalah pengganti protein dalam telur ayam.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

[Anonim].2011.Mitos dan adat istiadat jawa seputar kehamilan.[terhubung berkala]http://yrmasfytryana.multiply.com/journal/item/3/MITOS_DAN_ADAT_ISTIADAT_JAWA_SEPUTAR_KEHAMILAN[31 Mei 2011].

[Anonim].2011.[terhubung berkala]http://dir.unikom.ac.id/s1-final-project/fakultas-sastra/sastra-inggris/2007/jbptunikompp-gdl-s1-2007-novianatre-6779/9.bab-ii.pdf/pdf/9.bab-ii.pdf

Anwar dan Khomsan.2009.Makan Tepat Badan Sehat.Jakarta : Mizan

Budiwati dan Corlina. [terhubung berkala] http://pustaka.ut.ac.id/puslata/bmp/modul/ISIP4210/M5.pdf [11 Juni 2011]

Ihromi T.O.1999. Pokok-pokok Antropologi Budaya. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

Jacob T. 1999. Antropologi Biologis. Yogyakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.

Koentjaraningrat.1990.Pengantar Ilmu Antropologi.Jakarta : Aksara Baru.

Saminem.2009.Kehamilan Normal Seri Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC.

Sujionohadi dan Setiawan.2007.Ayam Kampung Petelur :Edisi Revisi. Jakarta:Penebar Swadaya.

Wibisono dan Dewi. 2009. Solusi Sehat Seputar Kehamilan. Jakarta : Agromedia Pustaka.

Wirakusumah.2010.Sehat Cara Alquran dan Hadis.Jakarta : Mizan.

 

ekonomi pembangunan

15 Jun

Keberlanjutan Sumber Daya Alam Melalui Nilai Kearifan Lokal Untuk Mewujudkan Pembangunan  Manusia Di Indonesia

 

 

 

Dosen:

Wiwik Rindayanti

Arif Heriyanto

Oleh:

Rizka Amalia                (I34090030)

Septiana Nurhanifah      (I34090057)

Departemen Ekonomi Sumber Daya Lingkungan

Fakultas Ekonomi Manajemen

2011

Daftar Pustaka

Daftar Pustaka. 2

Pendahuluan. 3

Latar Belakang. 3

Rumusan Masalah. 4

Tujuan. 4

Tinjauan Pustaka. 5

Sumber daya alam.. 5

Pembangunan manusia. 6

Nilai Kearifan Lokal 8

Pembahasan. 9

Hubungan nilai kearifan lokal dengan keberlanjutan sumber daya alam.. 9

Dampak keberlanjutan sumber daya alam terhadap pembangunan sumber daya manusia  11

Penutup. 14

Kesimpulan. 14

Saran. 14

Daftar Pustaka. 15

Lampiran. 17

 

 

Pendahuluan

Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Kekayaan sumber daya alam tersebut, terbentang luas dari Sabang sampai Merauke dan dari Pulau We sampai Pulau Rote. Sumber daya alam ini bersifat dapat diperbarui dan bersifat tidak dapat diperbarui. Ibarat lagu Koes Plus tongkat, kayu dan batu jadi tanaman”, jika tongkat, kayu, dan batu hanya dilemparkan saja, maka akan  tumbuh dengan subur. Begitulah Indonesia ini memiliki potensi sumbe daya alam yang sangat besar.

Selain negara yang memiliki kekayaan alam, Indonesia juga merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Total penduduk Indonesia pada tahun 2010 sebesar 237.556.363 orang, dimana distribusi penduduk masih terkonsentrasi di Pulau Jawa yaitu sebesar 58 persen (BPS 2010). Alangkah sangat disayangkan jika jumlah penduduk Indonesia yang tergolong besar ini tidak dimanfaatkan potensinya untuk merngelola sumber daya alam yang ada.

Keadaan sumber daya alam sendiri juga mempunyai potensi positif dan negatif bagi masyarakat Indonesia. Potensi positif akan muncul ketika sumber daya alam yang ada dapat mencukupi kebutuhan seluruh penduduk Indonesia jika SDA mampu dikelola dengan baik. Sebaliknnya pengelolaan yang buruk akan memunculkan potensi negatif dari sumber daya alam tersebut yang menyebabkan ketimpangan dalam pengelolaan dan penerimaan sumber daya alam oleh masyarakat Indonesia.

Ketimpangan yang muncul, dapat terjadi kerena berbagai faktor,  diantaranya berupa sikap yang selalu ingin mengeksploitasi sumber daya alam. Sikap tersebut tentunya akan merugikan beragai pihak. Bayangkan saja, apabila semua masyarakat Indonesia yang jumlahnya sangat besar ingin mengeksploitasi sumber daya alam yang ada tanpa memikirkan keberlanjutan sumber daya alam tersebut bagi masa depan, tidak menutup kemungkinan bumi Indonesia akan berada pada kehancuran. Di lain pihak sumber daya alam yang sangat melimpah belum tentu juga dapat memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia, terutama untuk sumber daya yang tidak dapat diperbarui. Faktanya, sumber daya yang ada justru menjadi perebutan bagi perusahan luar negeri yang belum tentu akan memberikan manfaat  bagi pembangunan di Indonesia.

Oleh karenanya, sangat diperlukan sumber daya manusia yang bermoral baik, untuk mengelola keberlajutan sumber daya alam. Salah satunya yang dapat dilakukan adalah melestarikan kearifan lokal, yang akan menjaga keberlanjutan sumber daya alam supaya berdampak positif bagi pembangunan manusia Indonesia.

Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan pembangunan manusia dan nilai kearifan lokal?
  2. Sejauh mana hubungan nilai kearifan lokal dengan keberlanjutan sumber daya alam?
  3. Bagaimana dampak keberlanjutan sumber daya alam terhadap pembangunan manusia?

Tujuan

  1. Mengetahui  maksud  pembangunan manusia dan kearifan lokal.
  2. Mengetahui hubungan kearifan lokal dengan keberlanjutan sumber daya alam.
  3. Mengetahui dampak keberlanjutan sumber daya alam terhadap pembangunan manusia.

Tinjauan Pustaka

Sumber daya alam

Menurut hipotesis Lovelock (1979) dalam Mangunjaya (2005), bumi merupakan makhluk hidup yang disebut sebagai Gaia. Di dalamya terdapat komponen-komponen penyusun seperti manusia dan bentangan sumber daya alam. Manusia harus pandai dalam memanfaatkan sumber daya alam secara optimal tetapi tidak berlebih-lebihan dan melampaui batas. Apabila terjadi eksploitasi yang besar terhadap sumber daya alam, maka yang harus diperhitungkan adalah efesiensi dan jaminan tidak menjadi rusak karena adanya eksploitasi yang berlebihan. Apabila terjadi kerusakan dan berbuntut bencana, artinya telah terjadi pengurasan SDA yang melebihi daya dukung lingkungan. Sumber daya alam yang berkurang tersebut akibat dari pencemaran alam dimana pencemaran alam bersifat sinergetik kehadirannya, suatu pencemaran dapat mengintensifkan pengaruh pencemaran lain”. (Anshoriy dan sudarsono, 2008).

Dalam Marsono (2004) menyatakan bahwa sumber daya alam di Indonesia mempunyai ragam yang sangat tinggi baik dalam skala jenis maupun kesatuan ekosistem. Secara garis besar ekosistem sumber daya alam (termasuk di dalamnya hutan) terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu:

  1. Tipe zonal yang dipengaruhi terutama oleh iklim atau disebut klimaks iklim.
  2. Tipe zonal yang dipengaruhi terutama oleh habitat atau disebut klimaks habitat

Salah  satu aspek penting tentang tipe ekosistem sumber daya ini adalah bahwa  tipe ekosistem bukan hanya sekedar kumpulan jenis flora ataupun fauna pada habitat tertentu, akan tetapi jenis-jenis tersebut lebih merupakan komponen ekosistem yang membentuk interaksi erat dengan komponen lain baik fisik, biologis, maupun sosial (sajise, 1975;1977 dalam Marsono 2004).

Pembangunan manusia

Konsep pembangunan pada mulanya diacuhkan kepada pengertian pembangunan ekonomi, dalam GBHN-GBHN Indonesia sampai tahun 1993 dikatakan bahwa “ titik berat dari pembangunan diletakkan pada bidang ekonomi yang merupakan pergerakan utama pembangunan(Marzali 2007).

Hal tersebut sejalan dengan pendapat para pakar akademis ilmu ekonomi, istilah pembangunan secara tradisional diartikan sebagai kapasitas dari sebuah perekonomian nasional, yang kondisi awalnnya kurang lebih bersifat statis dalam kurun waktu yang lama, untuk menciptakan dan mempertahankan kenaikan pendapatan nasional bruto atau GNI (Gross National Income) pada tingkat tahunan. Katakanlah 5 persen hingga 7 persen atau bahkan lebih lagi, jika hal itu memang memungkinkan terjadi. Sedangkan menurut Bank Dunia, pembangunan dipandang sebagai suatu proses multidimensional yang mencakup berbagai perubahan mendasar atas struktur sosial sikap-sikap masyarakat dan institusi-institusi nasional yang tetap mengejar akselerasi pertumbuhan ekonomi, penanganan ketimpangan pendapatan, serta pengentasan kemiskinan. Selain itu, para teoretisi pada dekade 1950-an dan awal 1960-an cenderung memandang proses pembangunan sebagai serangkaian tahapan pertumbuhan ekonomi yang berurutan, yang pasti akan dialami oleh setiap negara yang menjalankan pembangunan ( Todaro dan Smith 2006).

Lebih dari pengertian diatas, pembangunan bukan hanya dilihat dari peningkatan pendapatan, tetapi harus dilihat dari kesejahteraan manusia. Salah satu alat untuk mengukur pencapaiannya dapat dilihat dari tiga dimensi dasar pembangunan manusia yaitu:  umur panjang dan sehat, akses pengetahuan serta standar hidup yang layak. Tiga dimensi tersebut terangkum dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Tujuan riil dari pembangunan harus menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi orang untuk menikmati hidup panjang, sehat, kreatif dan meningkatkan kesejahteraan mereka.Dengan demikian konsep pembangunan manusia adalah satu holistik menempatkan orang di pusat dari semua aspek dari proses pembangunan.[1]

Gambar 1. Komponen Indeks Pembanggunan manusia

Pembangunan yang lebih berorientasi pada manusia juga di dukung oleh Kleinjans (1975) dalam Nasution (2009), yang menyatakan bahwa pembangunan pada akhirnya bukanlah suatu teknologi atau GNP (Gross National Product), tetapi pencapaian pengetahuan dan keterampilan baru, tumbuhnya suatu kesadaran baru, perluasan wawasan manusia, meningkatnya semangat kemanusiaan dan suntikan percaya diri. Hal tersebut diperkuat juga oleh Rogers (1983) dalam Nasution (2009), menyatakan bahwa pembangunan merupakan suatu proses perubahan sosial dengan partisipatori yang luas dalam suatu masyarakat yang dimaksudkan untuk kemajuan sosial dan material (termasuk bertambahnya keadilan, kebebasan, dan kualitas lainnya yang dihargai) untuk mayoritas  rakyat melalui kontrol yang lebih besar yang mereka peroleh terhadap lingkungan mereka.

Dilihat dari tujuan pembangunan sendiri, pembangunan mempunyai proyeksi terjauh dari harapan-harapan dan ide-ide manusia, komponen-komponen dari yang terbaik yang mungkin, atau masyarakat ideal terbaik yang dapat dibayangkan (Nasution 2009).

Nilai Kearifan Lokal

Menurut Ardhana (2005), kearifan lokal dapat diartikan sebagai perilaku bijak yang selalu menggunakan akal budi, pengalaman, dan pengetahuan yang dimiliki masyarakat dalam suatu wilayah geografis tertentu. Sejalan dengan pengertian itu, Sunaryo dan Laxman (2003) menambahkan bahwa kerifan lokal merupakan pengetahuan lokal yang sudah demikian menyatu dengan sistem kepercayaan, norma, dan budaya, dan diekspresikan didalam tradisi dan mitos yang dianut dalam jangka waktu yang cukup lama dan ada kemungkinan akan menjadi kearifan lokal.

Dalam bukunya, Anshoriy dan Sudarsono (2007), menyatakan bahwa filsafat lingkungan sadar secara lingkungan dan ekologis, sementara filsafat akademik kontemporer sangat tidak sadar pada masalah-masalah lingkungan dan ekologis. Menurut definisinya, filsafat-lingkungan (dalam hal ini dapat juga disebut kearifan lokal) memperhatikan sumber-sumber daya alamiah, kendati masih banyak lagi yang diurusinya selain itu. Mereka juga menambahkan, sadar secara ekologis bukan hanya berarti bahwa kita mengambil secara bijaksana persediaan sumber-sumber daya yang tersedia dan menganjurkan ukuran-ukuran yang ketat untuk melestarikaanya lebih lama; kesadaran itu juga berupa penghormatan terhadap alam dan keinsafan bahwa kita adalah perluasan alam dan alam adalah perluasan dari kita.

Pembahasan

Hubungan nilai kearifan lokal dengan keberlanjutan sumber daya alam

Indonesia merupakan negara maritim yang mempunyai beberapa pulau yang tersebar di beberapa wilayah yang berjauhan. Pulau-pulau yang berjauhan ini mempunyai potensi beragam sumber daya alam akibat adanya beragam bentang alam seperti air terjun, air jeram, sumber air panas, gua alam, gunung vulkanik, tebing terjal  yang menjadikan manusia sebagai penduduk yang menduduki daerah tersebut mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda. Budaya yang berbeda-beda ini dipengaruhi oleh perbedaan lingkungan mereka tempati. Secara alami penduduk tersebut mempunyai pengetahuan lokal untuk mengelola lingkungan hidupnya sehingga dapat mempertahankan keberlanjutan sumber daya alam yang mereka butuhkan. Adanya sinergi antara pengetahuan lokal yang merupakan buah dari kearifan lokal yang mereka miliki akan menciptakan pembangunan manusia dapat berlangsung secara “relativisme” (Virianita, 2009).

Kearifan lokal yang dimiliki oleh para penduduk diwujudkan sebagai interaksi dengan alam, yang merupakan suatu aktivitas timbal balik yang saling menguntungkan antara alam dan manusia. Hal ini dikarenakan faktor kearifan lokal lebih berorientasi ekologis. Selain itu, jika dibandingkan dengan teknologi,  nilai kearifan lokal memanfaatkan alam dengan menjaga kelestariaannya sehingga alam mampu mengalami keberlajutan. Berbeda dengan teknologi yang sistem kerjanya membawa resiko-resiko untuk kehancuran sumber daya alam.

Salah satu contoh kearifan lokal yang ada di Indonesia adalah fenomena yang terjadi pada komunitas lokal yang tinggal di Hulu Sungai Kapuas, 700 km dari Kota Pontianak Kalimantan yang dikenal sebagai wilayah Taman Nasional Danau Sentarum. Aturan-aturan tradisional dalam komunitas ini mengatur tingkah laku mereka atas lingkungan yang dikendalikan oleh lembaga  yang disebut rukun nelayan. Adapun rukun nelayan sebagai pemimpin seluruh warga komunitas dan penanggung jawab berlangsungnya seluruhnya aktivitas penangkapan ikan(Susilo 2008). Dari rukun nelayan ini, akan berdampak pada pembagian aktivitas penangkapan ikan yang membawa keberlanjutan bagi ekosistem laut sendiri sebagai penyedia sumber rezeki bagi komunitas lokal tersebut.

Nilai kearifan lokal diperoleh masyarakat dari proses sosial yang terjadi di masyarakat yang berupa pengetahuan, budaya, dan keterampilan lokal. Berbagai bentuk kearifan lokal tersebut dapat menunjang adanya keberlanjutan SDA yang ada di lingkungan masyarakat melalui fungsi ekonomi, ekologi, budaya, dan sosial yang saling berkaitan. Fungsi budaya dapat mengatur adanya menciptaan SDA yang berkelanjutan, dimana di dalamnya terdapat aspek sosial yang mengatur manusia dengan manusia ataupun manusia dengan alam. Fungsi budaya tersebut juga dapat mengkontrol bagaimana kelestarian lingkungan dengan fungsi ekonomi yang selalu berkaitan.

Terdapat tiga aspek dalam pengelolaan sumberdaya alam yaitu aspek pemanfaatan, pelestarian, dan aspek perlindungan. Aspek pemanfaatan bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dengan yang sumber daya alam yang tersedia. Aspek pelestarian, agar pemanfaatan tersebut bisa berkelanjutan (Sudibawa 2006).  Ketiga aspek tersebut terdapat dalam konsep pengetahuan dan  kearifan lokal yang memiliki tujuan untuk mengelola sumberdaya alam yang sustainable. Perlunya penguatan kearifan lingkungan merupakan sebuah upaya yang secara konseptual memerlukan adanya sinergi antara religi, pengetahuan, dan teknologi, dan secara praktikal membutuhkan kepemahaman antara pemerintah pusat dan daerah serta antarsektoral, perguruan tinggi, LSM, tokoh-tokoh agama dan pelaku di masyarakat (Akhmar 2007).

Dari beberapa pernyataan-pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kearifan lokal secara positif berdampak pada keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan. Kearifan lokal merupakan kebutuhan dasar bagi manusia untuk mengelola lingkungannya agar tetap menyediakan sumber daya alam yang dibutuhkan dalam jangka panjang secara keberlanjutan disepanjang kehidupan manusia.

Oleh karenanya, sangat penting untuk kembali membangkitkan nilai-nilai kearifan lokal, karena kearifan lokal menduduki tempat tersendiri untuk membantu penyelamatan lingkungan dan sumber daya alam, serta meredam watak eksploitatif manusia atas alam. Namun, gagasan tersebut haruslah diimbangi dengan langkah-langkah dengan tindakan yang nyata supaya nilai kearifan lokal dapat tetap terjaga dan dapat memberi manfaat pada keberlanjutan sumber daya alam.

Dampak keberlanjutan sumber daya alam terhadap pembangunan sumber daya manusia

Sumber daya alam merupakan hasil dari lingkungan, Herimanto dan Winarno (2009) menyatakan bahwa  lingkungan berupa lingkungan fisik dan nonfisik. Lingkungan alam dan buatan adalah lingkungan fisik. Sedangkan lingkungan nonfisik adalah lingkungan sosial budaya dimana manusia itu berada. Lingkungan amat penting bagi kehidupan manusia. Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Antara manusia, masyarakat dan lingkungan memiliki hubungan timbal balik yang dapat mempengaruhi keadaan sumber daya alam yang dihasilkan oleh lingkungan. Berkaitan dengan hal itu, maka lingkungan hidup perlu dikelola secara baik dan benar demi kemajuan dan kesejahteraan manusia. Di Indonesia pengelolaan lingkungan hidup tertera pada Undang-Undang No.23 tahun 1997 tentang pengeloalaan lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup. Dari Undang-Undang tersebut sesungguhnya Indonesia telah sadar bahwa lingkungan sangatlah penting dalam mempertahankan sumber daya alam secara berkelanjutan .

Seperti yang telah diuraikan di atas bahwa manusia mempunyai hubungan pada lingkungan yang berdampak pada hubungan sumber daya alam . Manusia ini sebagai subyek sekaligus obyek dalam perjalanan hidupnya untuk mendapatkan kesejahteraan. “Di Negara, penduduk merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sebagai modal dasar atau aset pembangunan , penduduk bukan hanya sebagai sasaran pembangunan tetapi juga merupakan pelaku pembangunan” (Herimanto dan Winarno, 2009). Hal-hal yang berkaitan dengan penduduk Negara meliputi:

  1. Aspek kualitas penduduk, mencakup tingkat pendidikan, ketrampilan, etos kerja, dan kepribadian.
  2. Aspek kuantitas penduduk yang mencakup jumlah penduduk, pertumbuhan, persebaran, perataan, dan perimbangan penduduk di tiap wilayah negara. (Winarno 2007, dalam Herimanto dan Winarno 2009).

Penduduk yang merupakan kumpulan dari beberapa manusia akan mengalami pembangunan yang menjamin kesejahteraan mereka dengan adanya lingkungan yang menyediakan sumber daya alam yang berkelanjutan. Adanya sumber daya yang berkelanjutan ini memungkinkan manusia untuk: mengusahakan perbaikan hidupnya melalui pencukupan memperoleh makanan yang mempunyai mutu gizi yang mencukupi serta lingkungan tempat tinggal yang aman, bersih dan nyaman sehingga terciptalah kesehatan yang baik; memperoleh sumber daya alam secara berkelanjutan selama hidupnya dan hidup generasi pewarisnya sehingga meningkatkan ekonomi agar meningkatkan perekonomian  yang berkolerasi pada mudahnya  untuk mengakses pendidikan; dan mendapatkan kehidupan yang berkecukupan atau standart hidup yang layak di segala bidang yang mencakup bidang perekonomian, bidang kesehatan, bidang sosial kemasyakatan dan bidang ekologi.

Pembangunan manusia yang terjadi atas adanya sumber daya yang berkelanjutan merupakan salah satu siklus yang menu serangkaian siklus atas keberlanjutan sumber daya alam itu sendiri. Di mana jika pembangunan manusia dapat benar-benar terjadi dengan asumsi manusia merupakan makhluk yang rasional maka manusia mampu menciptakan lingkungan yang dapat menyediakan sumber daya alam yang berkelanjutan. Adanya serangkaian siklus ini menunjukkan semakin pentingnya pengaruh sumber daya alam yang berkelanjutan dalam menciptakan pebangunan manusia  yang di mimpikan oleh rakyat Indonesia. Dari hal ini, untuk menciptakan sumber daya alam yang berkelanjutan, tidak harus diberlakukan beberapa aturan formal yang dibuat top down oleh pemerintah atau pandangan obyektif lainnya. Akan tetapi sumber daya alam yang berkelanjutan dapat diciptakan melalui adanya nilai kearifan lokal yang dimiliki kumpulan manusia sesuai dengan ekologi yang mereka tempati.

Keberlanjutan sumber daya alam juga akan mempengaruhi Human Development Indeks atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dimana banyak bidang akan mengalami perubahan akibat IPM, seperti halnya pada bidang pendidikan , kesehatan, perekonomian.

 


Penutup

Kesimpulan

Di Indonesia mempunyai keberagaman ekologi, dimana keberagaman ekologi tersebut ditempati oleh kumpulan manusia yang mempunyai kebudayaan berbeda-beda. Kumpulan manusia yang bertempat pada ekologi yang berbeda-beda mempunyai kearifan lokal yang berbeda pula dalam mengelola lingkungannya, sehingga dapat menciptakan sumber daya alam secara berkelanjutan. Sumber daya alam yang berkelanjutan  merupakan salah satu modal untuk menciptakan pembangunan manusia. Dengan demikian, Kearifan local, lingkungan, sumber daya alam dan pembangunan manusia merupakan siklus yang saling berhubungan.

Saran

Diharapkan bagi pemerintah tidak memandang pembangunan secara skala sempit pada sektor ekonomi saja tetapi juga dapat mempertimbangkan adanya perbedaan ekologi dan nilai kearifan lokal yang dimiliki setiap kumpulan manusia ketika akan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Terlebih sangat penting untuk kembali membangkitkan nilai-nilai kearifan lokal untuk kelangsungan sumber daya alam yang Indonesia miliki , serta perlu adanya upaya serius untuk menggali nilai-nilai kearifan lokal itu dengan tidak memperlakukan alam secara sewenang-wenang.

Daftar Pustaka

Anshoriy N, Sudarsono. 2007. Kearifan lingkungan dalam perspektif budaya Jawa: edisi pertama. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Herimanto dan Winarno. 2009. Ilmu sosial dan budaya dasar. Jakarta: Bumi aksara.

Mangunjaya FM. 2005. Konservasi alam dalam islam. Jakarta: Yayasan obor Indonesia.

Marzali A. 2007. Antropologi dan pembangunan  manusia. Jakarta: Kencana. 244 hal.

Marsono D. 2004. Konservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. Yogyakarta: Bigraf publishing.

Mitchell B. 1997. Pengelolaan sumber daya dan lingkungan, edisi pertama. Penerjemah Setiawan B, Rahmi DH. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Judul Asli: Resource and environmental management, first edition:  Addison Wesley longman limited.

Nasution Z. 2009. Komunikasi pembangunan: Pengenalan teori dan penerapannya. Jakarta: Rajawali Pers.

Rusli S. 1995. Pengantar ilmu kependudukan. Jakarta: LP3ES.

Susilo RKD. 2008. Sosiologi Lingkungan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Todaro MP, Smith SC. 2006. Ekonomi pembangunan. Dalam Barnadi D, Saat S, Hardani W, editor. Penerjemah Munandar H, Puji AL. Jakarta: PT Erlangga. Judul Asli: Economic development. Pearson Education Limited: United Kingdom.

Wigna W, Saharuddin, Sihaloho M, Virianita R. 2009. Antropologi sosial: Bahan ajaran untuk tingkat S1. Departemen Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia-IPB.

Kearifan lokal [internet]. [dikutip 15 April 2011]. Dapat diunduh dari: repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/…/kearifan%20lokal%20dalam.pdf?…1.

Keberlanjutan sumber daya alam melalui kearifan lokal untuk mewujudkan pembangunan di Indonesia [internet]. [dikutip 15 April 2011]. Dapat diunduh dari: BAB 32www.bappenas.go.id/get-file-server/node/6221.

Data indeks pembangunan manusia [intenet]. [dikutip 15 April 2011]. Dapat diunduh dari:  http://hdr.undp.org/en/statistics/indices/.

Data indeks pembangunan manusia [internet]. [dikutip 15 April 2011]. Dapat diunduh dari: http://dds.bps.go.id/eng/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar =1&id_subyek=26&notab=2.

Lampiran

 

Human Development Index (HDI) by Province and National

1996 – 2009

Province

1996

1999

2002

2004

2005

2006

2007

2008

2009

HDI

Rank

HDI

Rank

HDI

Rank

HDI

Rank

HDI

Rank

HDI

Rank

HDI

Rank

HDI

Rank

HDI

Rank

11. Nanggroe Aceh   Darussalam

69.4

9

65.3

12

66.0

15

      68.7

18

69.05

18

69.41

18

70.35

17

70.76

17

71.31

17

12. Sumatera Utara

70.5

7

66.6

8

68.8

7

      71.4

7

72.03

8

72.46

8

72.78

8

73.29

8

73.80

8

13. Sumatera Barat

69.2

11

65.8

9

67.5

8

      70.5

9

71.19

9

71.65

9

72.23

9

72.96

9

73.44

9

14. Riau

70.6

6

67.3

4

69.1

5

      72.2

5

73.63

3

73.81

3

74.63

3

75.09

3

75.60

3

15. Jambi

69.3

10

65.4

11

67.1

10

      70.1

10

70.95

11

71.29

10

71.46

12

71.99

13

72.45

13

16. Sumatera Selatan

68.0

15

63.9

16

66.0

16

      69.6

13

70.23

13

71.09

13

71.40

13

72.05

12

72.61

10

17. Bengkulu

68.4

12

64.8

13

66.2

14

      69.9

11

71.09

10

71.28

11

71.57

11

72.14

11

72.55

12

18. Lampung

67.6

16

63.0

18

65.8

18

      68.4

19

68.85

19

69.38

19

69.78

20

70.30

20

70.93

21

19. Bangka Belitung

-

-

-

-

65.4

20

      69.6

12

70.68

12

71.18

12

71.62

10

72.19

10

72.55

11

20. Kepulauan Riau

-

-

-

-

-

-

      70.8

8

72.23

7

72.79

7

73.68

6

74.18

6

74.54

6

31. DKI Jakarta

76.1

1

72.5

1

75.6

1

      75.8

1

76.07

1

76.33

1

76.59

1

77.03

1

77.36

1

32. Jawa Barat

68.2

14

64.6

15

65.8

17

      69.1

14

69.93

14

70.32

14

70.71

15

71.12

15

71.64

15

33. Jawa Tengah

67.0

17

64.6

14

66.3

13

      68.9

17

69.78

16

70.25

15

70.92

14

71.60

14

72.10

14

34. Yogyakarta

71.8

2

68.7

2

70.8

3

      72.9

3

73.50

4

73.70

4

74.15

4

74.88

4

75.23

4

35. Jawa Timur

65.5

22

61.8

22

64.1

25

      66.8

23

68.42

22

69.18

20

69.78

19

70.38

18

71.06

18

36. Banten

-

-

-

-

66.6

11

      67.9

20

68.80

20

69.11

21

69.29

23

69.70

23

70.06

23

51. Bali

70.1

8

65.7

10

67.5

9

      69.1

15

69.78

15

70.07

16

70.53

16

70.98

16

71.52

16

52. Nusa Tenggara Barat

56.7

26

54.2

26

57.8

30

      60.6

33

62.42

32

63.04

32

63.71

32

64.12

32

64.66

32

53. Nusa Tenggara Timur

60.9

24

60.4

24

60.3

28

      62.7

31

63.59

31

64.83

31

65.36

31

66.15

31

66.60

31

61. Kalimantan Barat

63.6

23

60.6

23

62.9

27

      65.4

27

66.20

28

67.08

28

67.53

29

68.17

29

68.79

28

62. Kalimantan Tengah

71.3

5

66.7

7

69.1

6

      71.7

6

73.22

5

73.40

5

73.49

7

73.88

7

74.36

7

63. Kalimantan Selatan

66.3

19

62.2

21

64.3

23

      66.7

24

67.44

26

67.75

26

68.01

26

68.72

26

69.30

26

64. Kalimantan Timur

71.4

4

67.8

3

70.0

4

      72.2

4

72.94

6

73.26

6

73.77

5

74.52

5

75.11

5

71. Sulawesi Utara

71.8

3

67.1

6

71.3

2

      73.4

2

74.21

2

74.37

2

74.68

2

75.16

2

75.68

2

72. Sulawesi Tengah

66.4

8

62.8

20

64.4

22

      67.3

22

68.47

21

68.85

22

69.34

22

70.09

22

70.70

22

73. Sulawesi Selatan

66.0

21

63.6

17

65.3

21

      67.8

21

68.06

23

68.81

23

69.62

21

70.22

21

70.94

20

74. Sulawesi Tenggara

66.2

20

62.9

19

64.1

26

      66.7

25

67.52

24

67.80

25

68.32

25

69.00

25

69.52

25

75. Gorontalo

-

-

-

-

64.1

24

      65.4

28

67.46

25

68.01

24

68.83

24

69.29

24

69.79

24

76. Sulawesi Barat

-

-

-

-

-

-

      64.4

29

65.72

29

67.06

29

67.72

28

68.55

27

69.18

27

81. Maluku

68.2

13

67.2

5

66.5

12

      69.0

16

69.24

17

69.69

17

69.96

18

70.38

19

70.96

19

82. Maluku Utara

-

-

-

-

65.8

19

      66.4

26

66.95

27

67.51

27

67.82

27

68.18

28

68.63

29

91. Irian Jaya Barat

-

-

-

-

-

-

      63.7

30

64.83

30

66.08

30

67.28

30

67.95

30

68.58

30

94. Papua

60.2

25

58.8

25

60.1

29

      60.9

32

62.08

33

62.75

33

63.41

33

64.00

33

64.53

33

 

 

 

 

 

 

 

Indonesia (BPS)

67.7

 

64.3

 

65.8

 

      68.7

 

69.57

 

70.10

 

70.59

 

71.17

71.76

Sumber: http://dds.bps.go.id/eng/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=26&notab=2

 

 

komunikasi kelompok

7 Jun

MAKALAH TURUN LAPANG KOMUNIKASI KELOMPOK

 

ANALISIS KELOMPOK SOSIAL DI LUAR KAMPUS INSTITUT PERTANIAN BOGOR

 

 

 

Oleh:

Asisten

Auliyaul Hafizhoh

Kelompok 1

Rizka Amalia                           (I34090030)

Linda Dessy Kania                            (I34090012)

Novia Fridayanti                      (I34090016)

Nadia Zabila                            (I34090077)

Gilang Angga Putra                 (I34090130)

 

 

 

 

 

 

 

 

SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2011

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI. 1

BAB I. PENDAHULUAN.. 2

1.1        Latar Belakang. 2

2.1        Perumusan Masalah. 3

3.1        Tujuan. 3

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA.. 4

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN.. 5

BAB IV. GAMBARAN UMUM KELOMPOK.. 6

BAB V. PEMBAHASAN.. 7

5.1        Tipe-tipe kelompok. 7

5.2        Kepercayaan dan kerja sama anggota kelompok tani sawah. 7

BAB VI. PENUTUP. 8

6.1        Kesimpulan. 8

6.2        Saran. 8

DAFTAR PUSTAKA.. 9

 

BAB I. PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang

Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang menitik beratkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. Dimana memiliki unsur-unsur keharusan biologis, yang terdiri dari:

  1. Dorongan untuk makan
  2. Dorongan untuk mempertahankan diri
  3. Dorongan untuk melangsungkan jenis

Dari tahapan diatas menggambarkan bagaimana individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana antar individu merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan membutuhkan.Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia sebagai makhluk sosial.

Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari :

  1. penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan.
  2. penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja mnausia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.

Pada umumnya hasrat meniru itu kita lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok tetapi juga terjadi didalam kehidupan masyarakat secara luas. Dari gambaran diatas jelas bagaimana manusia itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru. Sehingga secara jelas bahwa manusia itu sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial.

Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni: Tekanan emosional. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain. Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih saying orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.Isolasi sosial, Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis.[1]

Definisi kelompok sosial kelompok sosial adalah kumpulan individu yang saling memiliki hubungan dan saling berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya rasa kebersamaan dan dan rasa memiliki.Syarat-syarat kelompok sosial Menurut Robert K Merton Memiliki pola interaksi Pihak yang berinteraksi mendefinisikan dirinya sebagai anggota kelompok Pihak yang berinteraksi di definisikan orang laoin sebagi anggota kelompok Menurut Soerjono Soekarto Adanya kesadaran sebagi anggota kelompok yang bersangkutan Adanya hubungan timbal balik antara anggota dengan anggota yang lainnya dalam kelompok tersebut Adanya factor pengikat yang dimiliki bersama misalnya kepebtibgan yang sama, tujuan yang sama, ideology politik yang sama. Memiliki struktur, kaidah, dan pola prilaku yang sama Bersistem dan berproses. [2]

2.1            Perumusan Masalah

a)      Bagaimana Pola Interaksi antar kelompok petani sawah?

b)      Berapa besar tingkat kepercayaan dalam kelompok Petani Sawah?

3.1            Tujuan

a)      Mengetahui Pola interaksi antar kelompok petani sawah

b)      Memberi Informasi mengenai tingkat kepercayaan yang terjadi                                                                                                pada kelompok petani sawah

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Akar kata komunikasi adalah communicatio, dari kata dasar communis, yang berarti kesamaan dalam suatu hal.” (Lubis 2010 : 5).Komunikasi (communication) adalah proses sosial di mana individu-individu menggunakan simbol-simbol untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna dalam lingkungan mereka( West dan Turner 2007: 5).

Kelompok adalah dua atau lebih orang yg berhimpun atas dasar adanya kesamaan tertentu, berinteraksi melalui pola atu struktur tertentu guna mencapai tujuan bersama, dalam kurun waktu yang relatif panjang.“Komunikasi kelompok adalah komunikasi antara seseorang dengan orang lain dalam kelompok, berhadapan satu sama lain sehingga memungkinkan terdapatnya kesempatan bagi setiap orang dalam kelompok untuk memberikan pendapat secara verbal” (Amirudi Saleh 2010: 236)

Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang saling memilik hubungan dan saling berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya rasa kebersamaan dan rasa memiliki.[3]

Self-disclosure atau pengungkapan diri dapat terjadi dalam segala bentuk komunikasi, bukan hanya komunikasi interpersonal melalui tatap muka atau face to face dan hanya dengan orang-orang yang dekat atau yang kita kenal saja.Self-disclosure dapat juga terjadi melalui internet.Melalui sebuah penelitian menemukan bahwa self-disclosure bahkan secara kuantitas dan kualitas terjadi pada saat seseorang melakukan komunikasi online daripada interaksi face to face. ”Pengertian self-disclosure yaitu mengkomunikasikan informasi-informasi tentang diri seseorang kepada orang lain”. Levin dan Joinson dalam Aiman (2008) .Ketika seseorang melakukan komunikasi antar pribadi secara tatap muka, bahasa verbal dan non verbal saling berkaitan satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan. Bahkan, bahasa non verbal seperti mimik atau ekspresi wajah dan body language yang tanpa sadar atau tanpa sengaja dilakukan, dapat memberikan arti yang lebih daripada kata-kata yang diucapkan pada saat itu. Dengan kata lain, bahasa non-verbal menggambarkan perasaan seseorang yang sesungguhnya pada saat itu. Sedangkan dalam komunikasi antar pribadi melalui dunia maya adalah proses komunikasi yang terjadi dengan dimediasi oleh alat, yaitu komputer atau medium lain, dimana tidak terjadi komunikasi face to face atau tatap muka secara langsung. Hal tersebut menjadikan komunikasi verbal sebagai satu-satunya bentuk komunikasi yang paling efektif dalam komunikasi antar pribadi melalui medium internet.[4]

Support dan Resistance merupakan istilah penting dalam analisa teknikal yang berfungsi untuk mengindikasikan batas atas maupun batas bawah dari pergerakan harga. Support adalah merupakan batas bawah/range di mana pada titik/range harga tersebut akan timbul minat beli yang lebih kuat dari pada minat jual.

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian dilakukan secara langsung pada hari rabu tanggal 01 Juni 2011 di Desa Jayanegara Kabupaten Karawang.Penelitian dilakukan secara langsung dengan pertanyaan kepada kumpulan kelompok petani sawah yang saat itu sedang melakukan kumpul untuk membicarakan program kerja kedepannya.metode ini digunakan agar terjaslin kedekatan dengan kelompok yang akan dimintai keterangan sebagai bahan dari makalah yang akan disajikan

Data diambil berdasarkan data primer yang langsung diketahui ketika bertanya pada kelompok di lapangan dan data sekunder yang merupakan data dari hasil pencariuan informasi melalui buku-buku dan internet.Data sekunder membantu untuk memeperoleh informasi lebih dan sebagai pengetahuan agar lebih bisa menguasai teori berdasarkan penelitian yang dilakukan.

BAB IV. GAMBARAN UMUM KELOMPOK

Kelompok ini merupakan kelompok petani sawah dibawah naungan pemilik lahan.Kelompok ini diketuai oleh pemilik lahan yang ikut bekerja disawa dan memberi perintah kepada kelkompok.Pemilik lahan ini memiliki anggota kelompok sebanyak 40 orang. Walaupun terdapat kesenjangan secara kasat mata yang terjadi antara pemilik laan sebagai ketua dan bawahannya sebagai aggota kelompok namun itu tidak terjadi .antara pemilik lahan dan anggorta kelompok yang lain terdapat sikap yang saling menghargai satu sama lain bahkan sudah seperti keluarga dimana mereka saling membantu ketika salah satu anggota sedang mengalami kesulitan.

Pemilik lahan bernama Awa dan memiliki 40 orang bawahan yang masing-masing mendapat pegangan yang berbeda terkait sawah yang dikelolaminimal satu orang bawahannya memegang dan mengelola satu hektar dan maksimal dua hektar. Walaupun terjadi perbedaan terkait lahan yang dikelola namun antar anggota tetap bersahabat dan masih bekerja sama dalam hal apapun.

Masing-masing anggota merasa memiliki banyak manfaat ketyika bergabung dalam kelompok ini.Mereka mempunyai penopang hidup.Mereka bisa meminjam uang kapanpun kepada pemilik lahan dengan konsekuensi mereka membayar di musim panen. Mereka memiliki tempat uyntuk bertukar pikiran, bekerja sama, dan saling membantu satu sama lain.

Selain itu, hasil panen mereka seringkali memuaskan walaupun pemilik lahan sebagai ketua menerapkan sistem maro.Didalam kelompok terdapat satu orang ytang bertugas mengurusi keuangan, jadi jika anggota kelompok merasakan kesulitan keuangan kalau mereka tidak mau langsung meminta kepada ketua mewreka melewati oreang yang dipercayai ketu atau si pemilik lahan.Ada yang bertugas sebagai pengatur kegiatan lapangan, ada sebagai asisten yang dipercayai pemilik lahan, ada yang bertrugas mengurusi peralatan dan perlengkapan bersawah juga ada yang bertugas menjadi pengurus dalam hal obat-obatan dan pupuk sawah.

BAB V. PEMBAHASAN

5.1            Tipe-tipe kelompok

Ahli membedakan kelompok-kelompok berdasarkan 3 (tiga) kriteria dari Robert Biersted (1948), yaitu: (1) kesadaran akan jenis yang sama (conciousness of kind) – kecenderungan orang untuk mengakui orang lain seperti dirinya; (2) adanya hubungan sosial antar individu (social relationship between individuals) – hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi dalam hal perasaan, sikap, dan tindakan; (3) orientasi tujuan yang sudah ditentukan (goal-oriented associations) – sebuah unit sosial yang secara sengaja dibuat untuk mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan ketiga kriteria tersebut Zanden menyatakan ada empat tipe kelompok, yaitu (1) kategori statistik; (2) kategori sosial; (3) kelompok sosial; dan (4) organisasi formal.[5]

Kelompok petani sawah termasuk kedalam kelompok informal karena didalamnya bersifat fleksibel walaupun terdapat aturan namun tidak begitu kaku dan mengikat anggota tetapi saling menghargai satu sama lain, selain itu kelompok ini lebih ke kelompok primer yang lebih mendekatkan kepada hubungan satu sama lain, tujan tidak begitu diprioritaskan karena mereka memilik tujuan sendiri- sendiri namun tetap pada tujuan bersama yaitu mencapai hasil yang maksimal ketika panen.

5.2            Kepercayaan dan kerja sama anggota kelompok tani sawah

Tujuan dari kelompok ini adalah pencapaian maksimal terhadap hasil padi yang didapat ketika panen.Hal ini dilaksanakan guna tanggung jawab kepada pemilik lahan yang juga ketua dari kelompok. Kerja sama antar anggota sangat terlihat karena sikap saling membantu antar anggota kelompok seperti sebar benih, tanam padi dengan ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati. Sikap saling membantu ini datang dari inisiatif anggota sendiri tanpa harus menunggu perintah dari pemilik lahan.

Setelah dilakukan wawancara, diketahui bahwa para penggarap lahan merasakan suasana kekeluargaan yang erat. Karena para penggarap telah bekerja lama kepada pemilik lahan maupun antar penggarap lahan.Sering dilakukan kumpul bersama antara pemilik dengan para penggarap lahan. Bahkan dalam menyelesaikan masalah sering dilakukan musyawarah untuk mencari jalan keluar yang tidak merugikan salah satu pihak. Selain itu, setiap anggota juga ikut saling mendukung satu dengan yang lain demi kemajuan kelompok tani sawah tersebut.

Berbicara mengenai kecemasan dan kerinduan antar penggarap lahan tidak begitu dirasakan oleh para penggarap karena jarak geografis yang masih satu wilayah.Sehingga sering bertatap muka setiap hari. Setelah panen sering diadakan makan bersama dan liburan dengan membawa serta keluarga.

Kepemimpinan kelompok bersifat fleksibel dan informal karena tidak banyak peraturan yang ditetapkan namun tetap saling menghargai. Sehingga dalam kelompok pemilik lahan tidak hanya sebagai pemimpin, tetapi juga ikut turun langsung dalam pengerjaan serta kegiatan dari kelompoknya. Selain itu, juga ada pembagian kerja diantara anggota, baik sebagai penanggung jawab benih, keuangan, perlengkapan dan fasilitas yang dibutuhkan.

BAB VI. PENUTUP

6.1            Kesimpulan

Kelompok petani sawah memiliki kepercayaan yang mendalam karena kedekatan yang sudah lama terjalin baik dengan sesama penggarap lahan maupun dengan pemilik lahan.Pola interaksi anatar anggota kelompok sanagat baik, hal ini bisa diliohat dari sering diadakannya kumpul bersama.

6.2            Saran

Pengawasan terhadap para penggarap lebih ditingkatkan karena preventif untuk dampak terhadap kerugian hasil panen. Pemilik lahan harus lebih meningkatkan pengawasan terhadap proses kegiatan menanam padi sawah

.

.

DAFTAR PUSTAKA

Lubis DP, Mugniesyah SS, Purnaningsih N, Riyanto S, Kusumastuti YI… Fatchiya A. 2010. Dasar-dasar komunikasi. Bogor: Sains KPM IPB Press.392 hal

Masmuh A. 2008. Komunikasi organisasi dalam perspektif teori dan praktek. Malang: UMM Press. 322 hal.

West R, Turner LH. 2008. Pengantar teori komunikasi: analisis dan aplikasi. Penerjemah Maer MND. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika. Judul asli: Introducing communication theory: analysis and application. 3rd edition.380 hal.


[5] James W. Vander Zanden (1979)

7 Jun

Laporan Hasil Turun Lapang

Pengantar Ilmu Kependudukan

Sisitem administrasi kependudukan desa Cihideung Ilir, kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor

 

 

Dosen pembimbing:

Ekawati Sri Wahyuni

Said Rusli

Martua Sihaloho

 

Asisten:

Mahmudi Siwi

Alfi Rahmawati

 

Kelompok 3:

Rizka Amalia              (I34090030)

Novia Fridayanti         ( I34090016)

Nadia Zabila               ( I34090077)

Linda Dessy Kania     ( I34090012)

Wulan Purnama Sari   (I34080069)

 

Sains Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat

Fakultas Ekologi Manusia

Institut Pertanian Bogor

2011


Daftar isi

 

Daftar isi 2

Bab I. 3

Pendahuluan. 3

1.1      Latar Belakang. 3

1.2      Rumusan Masalah. 4

1.3 Tujuan. 4

Metodologi penilitian. 5

Bab II. 6

Tinjauan Pustaka. 6

2.1 Pengertian Sistem.. 6

2.2 Pengertian Sistem Administrasi 6

2.3 Pengertian Pendaftaran Penduduk dan Penduduk. 6

2.4 Sensus penduduk. 7

2. 5 Registrasi Kejadian Vital dan Penduduk. 8

2.6 Ketentuan pembuatan KTP,KK, surat nikah, surat kelahiran dan surat kematian. 8

Bab III. 12

Pembahasan. 12

Bab III. 21

Penutup. 21

3.1 Kesimpulan. 21

3.2 Saran. 21

Daftar Pustaka. 22

Lampiran. 23

Lampiran dokumentasi 23

Lampiran gambaran umun desa Cihideung Ilir 24

Lampiran surat-surat 26

 

 

Bab I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Menyusun suatu sistem administrasi yang menyangkut seluruh masalah kependudukan, yang meliputi pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan data informasi kependudukan patut menjadi perhatian untuk mewujudkannya, karena sampai pada saat ini, peraturan perundang-undangan  yang mendukungnya masih terpisah –pisah, berjalan sendiri-sendiri tanpa ada kaitan satu dengan yang lainnya. Perwujudan suatu sistem yang baik memang sangat didambakan oleh masyarakat . bahkan sebagai ciri dari penyelenggaraan negara yang modern khususnya dalam kependudukan.

Administrasi kependudukan sebagai suatu sistem diharapkan dapat diselenggarakan sebagai bagian dari penyelenggaraan administrasi negara. Dari sisi kepentingan penduduk, administrasi kependudukan memberikan pemenuhan hak-hak administratif, seperti pelayanan publik serta perlindungan yang berkenaan dengan dokumen kependudukan, tanpa adanya perlakuan yang diskriminatif. Administrasi kependudukan ini seharusnya diarahkan untuk memenuhi hak asasi setiap orang di bidang administrasi kependudukan tanpa diskriminasi dengan pelayanan publik yang profesional, mampu meningkatkan kesadaran penduduk akan kewajibannya untuk berperan serta dalam pelaksanaan administrasi kependudukan, memenuhi data statistic secara nasional mengenai peristiwa kependudukan dan peristiwa penting, selain itu administrasi kependudukan mendukung perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan secara nasional, regional, serta lokal dan mendukung pembangunan sistem administrasi kependudukan.

Otonomi daerah diharapkan dapat melakukan administrasi yang lebih detail dan rinci. Harapan itu tentu membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten serta teliti dalam mengadakan pembukuan dan administrasi kependudukan.

 

 

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana  proses memperoleh KK, KTP, Surat Kelahiran, Surat Kematian, Surat Pindah, Surat Keterangan Penduduk, dan Surat Keterangan Belum Nikah N1,N2,N4 di desa Cihideung Ilir?
  2. Berapa jumlah KK, KTP, Surat Kelahiran, Surat Kematian, Surat Pindah, Surat Keterangan Penduduk, dan Surat Keterangan Belum Nikah N1,N2,N4  telah dikeluarkan selama tahun 2009, 2010 dan 2011 (sampai bulan April)?
  3. Berapa  jumlah kelahiran, kematian, migrasi masuk dan migrasi keluar?
  4. Apakah  petugas  mengelola dan memahami pencatatan data kependudukan dengan baik?
  5. Bagaimana kemungkinan seseorang dapat memperoleh KTP/KK lebih dari satu?
  6. Mendapatkan informasi mengenai proses memperoleh KK, KTP, Surat Kelahiran, Surat Kematian, Surat Pindah, Surat Keterangan Penduduk, dan Surat Keterangan Belum Nikah N1,N2,N4.
  7. Mendapatkan data  jumlah KK, KTP, Surat Kelahiran, Surat Kematian, Surat Pindah, Surat Keterangan Penduduk, dan Surat Keterangan Belum Nikah N1,N2,N4 selama tahun 2009, 2010 dan 2011 (sampai bulan April).
  8. Mendapatkan data jumlah kelahiran, kematian, migrasi masuk dan migrasi keluar.
  9. Mendapatkan informasi mengenai pengelolaan dan pemahaman pencatatan kependudukan di desa Cihideung Ilir.
  10. Mendapatkan informasi kemungkinan seseorang dapat memperoleh KTP/KK lebih dari satu.

1.3 Tujuan

 

Metodologi penilitian

 

Lokasi             : Desa Cihideung Ilir

Informan         : Kharma Hariyadi

Jabatan                        : Sekretaris desa, merangkap sebagai pemerintah dan PLT

(Pelaksana  Tugas).

Metode         :  Wawancara terbuka dilakukan secara langsung dengan pertanyaan.  Data diambil berdasarkan data primer yang langsung diketahui ketika bertanya dan data sekunder yang merupakan data dari hasil pencarian informasi melalui buku-buku dan internet. Data sekunder membantu untuk memeperoleh informasi lebih dan sebagai pengetahuan agar lebih bisa menguasai teori berdasarkan turun lapang yang dilakukan.

 

 

 

 

Bab II

Tinjauan Pustaka

2.1 Pengertian Sistem

“Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks atau terorganisi, suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks atau utuh” (Pamudji, 1981). “Sistem adalah suatu jaringan dari prosedur-prosedur yang berhubungan satu sama lain menurut skema atau pola yang bulat untuk menggerakkan suatu fungsi yang utama dari suatu usaha atau urusan” (Prajudi, 1973)

2.2 Pengertian Sistem Administrasi

Sistem administrasi kependudukan merupakan sistem yang mengatur seluruh administrasi yang menyangkut masalah kependudukan pada umumnya. Dalam hal ini terkait tiga jenis pengadministrasian, yaitu pertama pendaftaran penduduk, kedua pencatatan sipil, dan ketiga pengelolaan informasinya (Dody Nur Andrian, 2009 ).

Menurut Pasal 1angka 1 UU dalam negeri No 54 Tahun 1999, menjelaskan bahwa: administrasi kependudukan (Adminduk)  adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain. Hal lain yang substansial dalam UU Adminduk tersebut adalah mulai diberlakukannya Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang merupakan suatu nomor identitas Penduduk yang bersifat unik atau khas, tunggal dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai Penduduk Indonesia. Sebagai kunci akses dalam pelayanan kependudukan, NIK dikembangkan ke arah identifikasi tunggal bagi setiap Penduduk. NIK bersifat unik atau khas, tunggal dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai penduduk Indonesia dan berkait secara langsung dengan seluruh dokumen kependudukan.

2.3 Pengertian Pendaftaran Penduduk dan Penduduk

Pengertian pendaftaran penduduk sebagaimana yang tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 1999 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk, disebut bahwa Pendaftaran penduduk adalah kegiatan pendaftaran dan atau pencatatan data penduduk beserta perubahannya, perkawinan, perceraian, kematian, dan mutasi penduduk, penerbitan nomor induk kependudukan, nomor induk kependudukan sementara, kartu keluarga, kartu tanda penduduk dan akta pencatatan penduduk serta pengelolaan data penduduk dan penyuluhan.

Penduduk adalah setiap Warga Negera Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) pemegang ijin tinggal tetap di wilayah negara Republik Indonesia. Jadi dari definisi tersebut, jelas yang dimaksudkan penduduk adalah setiap WNI dan WNA pemegang ijin tinggal tetap. Untuk itu, guna administrasinya diselenggarakan pendaftaran penduduk. Sedangkan nomenklatur tentang “pencatatan penduduk” seperti yang disebutkan dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 1999 tersebut, sesungguhnya tidak tepat kalau diartikan sama dengan “pencatatan sipil”. Kata “sipil” pada “pencatatan sipil” tidak sama artinya dengan penduduk. Pencatatan penduduk artinya data-data sebagai penduduk yang dicatatkan. Tetapi kalau “pencatatan sipil” artinya status sipilnya yang dicatatkan, karena adanya perubahan pada diri seseorang. Misalnya pencatatan atas kelahiran, artinya atas perubahan status sipilnya dari yang sebelumnya belum ada di dunia tetapi karena akibat kelahirannya ia menjadi mempunyai status dan berhak atas hak sipilnya. Demikian pula bagi pencatatan perkawinan adalah seseorang yang karena perubahan status sipilnya dari lajan menjadi berstatus kawin yang membawa akibat hukum karenanya. Sebaliknya pencatatan perceraian, ia merubah status kawin menjadi status janda atau duda yang juga membawa akibat-akibat hukum. Termasuk pencatatan kematian, akan membawa akibat dalam hubungan hukum antara yang meninggal dunia dengan anak-anak, suami atau istri dengan orang tua maupun saudara-saudaranya, dalam hal ini sering disebut-sebut sebagai ahli warisnya yang akan menerima segala warisan baik yang positif maupun yang negatif.

2.4 Sensus penduduk

Sumber data Kependudukan/ demografi yang pokok ialah sensus, sistem registrasi kejadian-kejadian vital, registrasi penduduk dan survei-survei terbatas atau survei sampel.

Istilah ‘sensus’ dalam paham modern mengandung makna perhitungan penduduk yang mencakup wilayah suatu negara. Sensus dilakukan dengan pencacahan langsung tiap orang atau rumah tangga. Sistem perhitungan penduduk ada dua: de jure, mencacah penduduk menurut tempat tinggal tetap; dan de facto, pencacahan dilakukan dimana seseorang ditemukan pada saat sensus. Secara keseluruhan sensus merupakan proses pengumpulan, kompilasi dan publikasi data yang berkenaan dengan data demografi, ekonomi, dan sosial pada waktu-waktu tertentu mencakup semua orang di suatu negara atau teritorial terbatas dengan definisi yang jelas. Sumber-sumber data kependudukan yang penting selain dari sensus penduduk adalah registrasi kejadian-kejadian vital dan registrasi penduduk dan survai-survai.

2. 5 Registrasi Kejadian Vital dan Penduduk

Sistem registrasi kejadian-kejadian vital dibedakan dari sistem registrasi penduduk, yang merupakan suatu sistem registrasi yang dipelihara penguasa setempat dimana biasanya dicatat setiap kelahiran, kematian, adopsi, perkawinan, perceraian, perubahan pekerjaan, perubahan nama dan perubahan tempat tinggal. Perubahan nama, pekerjaan dan tempat tinggal (migrasi ke dan dari suatu daerah) tidak termasuk ke dalam registrasi kejadian-kejadian vital. Sedangkan registrasi kelahiran, kematian, kematian janin, abortus, perkawinan, dan perceraian merupakan termasuk kedalam registrasi kejadian-kejadian vital.

Suatu daerah yang memeilhara sistem registrasi kejadian-kejadian vital biasanya mewajibkan para warganya untuk segera atau dalam jangka waktu tertentu melaporkan kejadian-kejadian seperti kelahiran dan kematian.

Secara resmi dikeluarkan sertifikat yang dapat digunakan berbagai keperluan dengan dilengkapi bukti-bukti seperti umur, status perkawinan, dan sebagainya. Informasi di daftar isian formulir registrasi kelahiran antaranya berkisar pada nama dan jenis kelamin anak, tempat dan tanggal lahir, lahir hidup atau lahir mati: berbagai karakteristik orang tua, dan nama-nama dan umur-umur dari anak-anak yang dilahirkan sebelumnya oleh ibu dari anak yang bersangkutan. Sedangkan daftar isian registrasi kematian biasanya mencatat informasi dari yang mengalami kematian meliputi: umur, jenis kelamin, status perkawinan, pekerjaan tempat lahir, tanggal dan sebab kematian.

2.6 Ketentuan pembuatan KTP,KK, surat nikah, surat kelahiran dan surat kematian

Menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor terdapat beberapan ketentuan dalam pengajuan pembuatan KTP, KK, surat nikah, surat kelahiran, dan surat kematian.

  1. Syarat Kelahiran Umum
    1. Penduduk WNI :

ü  KTP Orang Tua

ü  KK Orang Tua

ü  Surat Keterangan dari Dokter, Bidan, RS, Klinik Bersalin, penolong kelahiran

ü  Surat Nikah

ü  Surat Keterangan dari Kelurahan

ü  Dua orang saksi

b. Penduduk WNA :

ü  KTP Orang Tuabagi Pemegang ijin Tinggal Tetap

ü  KK Ortu

ü  Surat Ket dariDokter, Bidan, RS, Klinik Bersalin, penolong kelahiran

ü  Surat Nikah/Akta Perkawinan Ortu

ü  SKTT Orang Tuabagi Pemegang ijin Tinggal terbatas

ü  Paspor bagi pemegang ijin kunjungan

  1. Kelahiran Via PN

ü  KK, KTP

ü  Surat Nikah

ü  Surat keterangan lahir dari Kelurahan

ü  Surat dari Pengadilan

ü  Dua orang saksi

 

  1. Syarat-syarat Perkawinan WNI :

ü  Pria umur 19 (sembilan belas) tahun dan wanita umur 16 (enam belas) tahun

ü  Seseorang yang belum mencapai umur 21 (dua puluh satu) tahun harus mendapat izin kedua orang tua.

ü  Bukti Pemberkatan menurut Agama

ü  Akta Kelahiran

ü  Surat Keterang Belum Nikah N1,N2,N4 dariKelurahan

ü  Surat Baptis

ü  KK, KTP

ü  Pas Photo berdampingan 4 x 6 cm sebanyak 5 lembar (berwarna)

ü  Izin Komandan bagi TNI/POLRI

  1. Pencatatan Perceraian
ü  Putusan Pengadilan

ü  Akta Perkawinan

ü  Foto Copy KK dan KTP

ü  Foto Copy Akta Kelahiran

  1. Pencatatan Pengakuan Anak

ü  Surat pernyataan Ayah yang disetujui oleh Ibu

ü  KTP dan KK Ayah, Ibu

ü  Akta Kelahiran Anak

ü  Data saksi-saksi ( 2 orang saksi )

  1. Pengesahan anak

ü  Akta Kelahiran Anak

ü  Akta Perkawinan Orang-Tua

ü  Data saksi-saksi ( 2 Orang )

  1. Pengajuan pembuatan KTP

 

Gambar  1. Alur Pelayanan KTP[1]

  1. Persyaratan pengajuan surat baru

ü  Akta Kelahiran/Akta Perkawinan/Akta Kematian

ü  Foto Copy : KK/KTP/Surat Nikah/Penetapan Pengadilan

ü  Surat Keterangan Hilang dari Kepolisian. No. Pol.

ü  Surat Kuasa dan Photo Copy KTP yang dikuasakan

  1. Sanksi administrasi

ü  Penerbitan KK terhadap pemohon Pindah Datang dari luar Kota Bogor Rp.50.000,-

ü  Penerbitan KK Tidak Tepat Waktu, penggantian Hilang atau Rusak/perubahan biodata dikenakan sangsi denda pembayaran Rp.10.000,- Gakin/ Keluarga Miskin Rp. 1000,-

ü  Penerbitan KTP Tidak Tepat Waktu, penggantian Hilang atau Rusak/perubahan biodata dikenakan sangsi denda pembayaran Rp.25.000,- Gakin/ Keluarga Miskin Rp. 2500,-

ü  Penerbitan KTP terhadap pemohon Pindah Datang dari luar Kota Bogor  Rp.50.000,-

ü  Penerbitan KTP WNA Rp.300.000,-

ü  penerbitan SKTT WNA Rp. 300.000,-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab III

Pembahasan

Seorang warga Indonesia yang sudah berumur 17 tahun maka diwajibkan mempunyai Kartu Tanda Penduduk (KTP), untuk megajukan pembuatan KTP seseorang harus melakukan proses pengajuan melalui langkah-langkah yang diuraikan sebagai berikut:

  1. Menyerahkan fotocopy Kartu Keluarga (KK) orang tua jika memang sesorang tersebut lajang.
  2. Mengisi dan membubuhkan empat tanda tangan di formulir yang telah disediakan oleh petugas.
  3. Menyerahkan dua foto yang berukuran 2×3, background foto yang diserahkan harus sesui tahun lahir seseorang tersebut. Jika tahun lahir seseorang merupakan tahun ganjil maka background foto berwarna merah dan jika tahun lahir seseorang tersebut genap maka background seseorang tersebut berwarna biru.
  4. Petugas memvalidasi untuk melegalitaskan permohonan pembuatan KTP tersebut dengan membumbuhkan stempel yang akan diisi nomor dan dibukukan. Penomoran dalam pembukuan ini dilakukan secara pertahun.

Siklus budaya dari manusia adalah menikah. Jika seorang manusia telah menikah maka dia wajib membuat KTP dan KK baru. Dalam membuat KTP dan KK baru maka haruslah mengajukan pembuatan KTP dan KK dengan menyertakan surat nikah dan lampiran KK istri dan KK suami sebelum mereka menikah. Pernikahan yang telah dilaksanakan tersebut akan membuahkan seorang bayi  yang akan menambah jumlah penduduk, setiap penambahan penduduk juga haruslah terdaftar dalam catatan kependudukan, karena hal itulah pasangan suami istri muda harus membuat KK baru yang di dalamnya mencantumkan nama anak mereka. Cara pembuatan KK baru tersebut hanya dengan pengisi formulir dan melampirkan KK lama.

Telah disinggung pada penjelasan sebelumnya bahwa untuk membuat KTP baru pada orang yang baru saja menikah dibutuhkan surat keterangan nikah. Pembuatan surat keterangan nikah ini terdiri dari tiga formulir yang harus diisi yaitu:

  1. N1 merupakan model surat keterangan nikah yang menjelaskan identitas diri.
  2. N2 merupakan model surat keterangan nikah yang menjelaskan asal usul identitas diri dengan diterangkan identitas orang tua ( ibu dan bapak kandung).
  3. N4 merupakan model surat keterangan nikah yang menjelaskan asal usul identitas orang tua (ibu dan bapak kandung) menerangkan identitas diri.
  4. N6 merupakan model surat keterangan nikah dimana suaminya meninggal atau menceraikannya ( kode keterangan surat nikah melalui cerai hidup adalah 3 dan kode surat keterangan nikah melalui cerai mati adalah 4).

Sebenarnya bukan hanya N1, N2, N4, dan N6 melainkan N3 dan N5 tetapi karena konten formulirnya sama, hanya ada modifikasi sedikit yang pemaknaannya hampir sama, maka dirasa lebih efektif dengan mengisi N1, N2, N4 dan N6.

Seseorang yang menikah biasanya akan mempunyai anak, hal ini telah dideskripsikan pada paragraph awal. Anak yang telah dilahirkan akan mendapat surat kelahiran jika orang tuanya melaporkan kelahiran tersebut dan melampirkan KK, surat kelahiran dari bidan. Jika kelahiran anak di tempat dukun bayi atau lupa maka petuga menanyakan “kapan bayinya lahir?”, jika orang tua atau dukun bayi yang ditanyai tidak menjawab dengan jelas atau tepat maka petugas menaksir kelahiran bayi tersebut sesuai keterangan orang tua atau dukun bayi yang menanganinya.

Semakin bertambahnya jumlah individu dalam keluarga maka ada beberapa keluarga yang melakukan perpindahan tempat. Perpindahan tempat ini ada dua macam yaitu perpindahan datang atau perpindahan keluar. Perpindahan keluar akan dicatat dengan pelaporan yang disertai penyerahan KTP dan KK asli jika yang berpindah adalah semua anggota keluarga, jika hanya salah satu anggota keluarga yang melakukan perpindahan maka hanya menyerahkan KTP asli dan fotocopyan KK keluarganya. Perpindahan keluar ini mempunyai syarat-syarat yang berbeda sesuai tempat yang ditujunya yaitu:

  1. Jika berpindahan terjadi pada antar desa baru yang masih berada dalam satu kecamatan tempat tinggalnya yang lama, maka seseorang tersebut cukup melapor petugas dan petugas hanya mengkonfirmasinya.
  2. Jika perpindahan terjadi pada suatu tempat antar kecamatan, maka melapor pada petugas kecamatan dan petugasnya mengkonfirmasinya.
  3. Jika perpindahan terjadi pada suatu tempat antar kabupaten kota, maka seseorang tersebut harus lapor ke kantor desa dan mengisi formulir yang telah disediakan. setelah formulir tersebut dilegalisir oleh petugas desa, formulir tersebut harus dilegalkan juga oleh petugas kependudukan yang ada di kecamatan. Setelah proses pelegalan telah mencapai tingkat kecamata, formulir tersebut dibawa dan melapor pada dinas kependudukan kabupaten untuk penyalinan nomor ke pembukuan kependudukan. Semua tahap selesai maka orang yang pindah tersebut telah bisa meningggalkan tempat yang lam dan menempati tempat tinggal yang baru lalu melapor pada pihak kelurahan tempat yang baru ia tempati.
  4. Kota madya atau provinsi maka seseorang tersebut harus lapor ke kantor desa dan mengisi formulir yang telah disediakan. setelah formulir tersebut dilegalisir oleh petugas desa, formulir tersebut harus dilegalkan juga oleh petugas kependudukan yang ada di kecamatan. Setelah proses pelegalan telah mencapai tingkat kecamata, formulir tersebut dibawa dan melapor pada dinas kependudukan kabupaten untuk penyalinan nomor ke pembukuan kependudukan. Ketika berada di tahap dinas kependudukan, orang yang akan pindah menyerahkan foto. Setelah pelaporan di tingkat dinas kependudukan kabupaten selesai, lalu formulir tersebut diserahkan dan dilaporkan pada tingkat kota madya untuk penyalinan nomor ke buku catatan penduduk. Semua tahap selesai maka orang yang pindah tersebut telah bisa meningggalkan tempat yang lam dan menempati tempat tinggal yang baru lalu melapor pada pihak kelurahan tempat yang baru ia tempati.

Ketika sudah menempati tempat tinggal yang baru maka terjadilah perpindahan datang yang harus  melapor pada petugas kependudukan tempat tinggalnya yang baru dengan menyerahkan KTP dan KK asli jika yang berpindah adalah semua anggota keluarga, jika hanya salah satu anggota keluarga yang melakukan perpindahan maka hanya menyerahkan KTP asli dan fotocopy KK keluarganya. Perpindahan datang ini mempunyai syarat-syarat yang berbeda sesuai tempat yang ditujunya yaitu:

  1. Jika berpindahan terjadi pada antar desa baru yang masih berada dalam satu kecamatan tempat tinggalnya yang lama, maka seseorang tersebut cukup melapor petugas dan petugas hanya mengkonfirmasinya.
  2. Jika perpindahan terjadi pada suatu tempat antar kecamatan, maka melapor pada petugas kecamatan dan petugasnya mengkonfirmasinya.
  3. Jika perpindahan terjadi pada suatu tempat antar kabupaten kota, maka seseorang tersebut harus mengisi formulir perpindahan penduduk dari kantor dinas kependudukan kabupaten kemudian melapor pada petugas kependudukan yang ada di kecamatan. Setelah proses tersebut selesai maka formulir tersebut dibawa untuk melapor pada petugas kependudukan desa untuk dicatat dalam daftar kependudukan.
  4. Kota madya atau provinsi maka seseorang tersebut harus lapor ke kantor kota madya untuk mengisi formulir perpindahan penduduk kemudian melapor ke kantor dinas kependudukan dan petugas kependudukan yang ada di kecamatan. Setelah proses tersebut selesai maka formulir tersebut dibawa untuk melapor pada petugas kependudukan desa untuk dicatat dalam daftar kependudukan.

Perpindahan penduduk datang tidak serta merta selalu merupakan pendatang yang menetap, tetapi kadang seorang pendatang merupakan pendatang yang sifatnya bertempa tinggal sementara di suatu tempat tersebut. Walaupun ia datang sebagai pendatang sementara, ia wajib lapor dan membuat surat domisili. Surat domisili ini dapat diperoleh di kantor desa dengan menyerahkan KTP asli dan fotocopy KK.

Perpindahan penduduk tidak hanya bisa dari tempat satu ke tempat yang lain, tetapi juga ketika perpindahan dari seseorang itu hidup dan mati. Oleh karena itulah perlu adanya surat kematian. Surat kematian ini dapat diperoleh ketika seseorang dari pihak keluarga yang ditinggal mati melapor atas kematiannya kepada petugas kependudukan di desanya dengan menyertakan surat KK. Pihak keluarga yang melapor menuliskan siapa namanya dan menerangkan kapan, mengapa dan dimana anggota keluarganya tersebut mati. Biasanya di Desa Cihideung Ilir masyarakat enggan melaporkan kejadian kematian melainkan mereka yang berkepentingan pada kejadian kematian misalnya untuk mengambil gaji pensiunan, atau asuransi jiwa. Pemerintah desa Cihedeung Ilir mempunyai strategi untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan member insentif pada ketua RT sebesar Rp 100.000 per bulan untuk mencatat dan melaporkan kejadian kematian tersebut pada pemerintah desa setiap bulan.

Dari hasil wawancara dan pengamatan yang kami lakukan didapatkan beberapa data sebagai berikut:

No.

Jenis Data

Jumlah

Keterangan

1. Jumlah Kelahiran tahun 2009 273 bayi -
2. Jumlah Kelahiran tahun 2010 185 bayi -
3. Jumlah Kelahiran tahun 2011 43 bayi Di hitung dari bulan Januari samapi bulai April.
4. Jumlah kematian tahun 2009 - Berkas telah dibandel dan tidak diperkenankan untuk dibuka.
5. Jumlah kematian tahun 2010 3 orang -
6. Jumlah kematian tahun 2011 4 orang Di hitung dari bulan Januari samapi bulai April.
7. Jumlah perpindahan keluar 2009 88 orang -
8. Jumlah perpindahan keluar 2010 87 orang Ada tiga orang yang seharusnya dimasukkan ke pembukuan tahun 2009 tetapi diamsukkan ke pembukuan tahun 2010
9. Jumlah perpindahan keluar 2011 30 orang -
10. Jumlah perpindahan datang 2009 30 orang -
11. Jumlah perpindahan datang 2010 31 orang Ada dua orang yang dinomori sama.
12. Jumlah perpindahan datang 2011 2 orang -
13. Jumlah surat kematian 2009 - Surat kematian tidak dicatat pada tahun orang tersebut meninggal tetapi menurut orang yang meminta surat kematian.
14. Jumlah surat kematian 2010 3 Surat kematian tidak dicatat pada tahun orang tersebut meninggal tetapi menurut orang yang meminta surat kematian.
15. Jumlah surat kematian 2011 4 Surat kematian tidak dicatat pada tahun orang tersebut meninggal tetapi menurut orang yang meminta surat kematian.
16. Jumlah surat kelahiran 2009 273 Surat kelahiran tidak dicatat pada tahun orang tersebut lahir tetapi menurut orang yang meminta surat kelahiran.
17. Jumlah surat kelahiran 2010 185 Surat kelahiran tidak dicatat pada tahun orang tersebut lahir tetapi menurut orang yang meminta surat kelahiran
18. Jumlah surat kelahiran 2011 43 Surat kelahiran tidak dicatat pada tahun orang tersebut lahir tetapi menurut orang yang meminta surat kelahiran
19. Jumlah permohonan surat nikah yang dikeluarkan 2009 92 -
20. Jumlah permohonan surat nikah yang dikeluarkan 2010 155 -
21. Jumlah permohonan surat nikah yang dikeluarkan 2011 11 -
22. Jumlah surat mutasi penduduk 2009 76 -
23. Jumlah surat mutasi penduduk 2010 70 -
24. Jumlah surat mutasi penduduk 2011 18 -
25. Jumlah surat permohonan membuat KTP tahun 2009 271 Terhitung dari bulan Agustus 2009
26. Jumlah surat permohonan membuat KTP tahun 2010 787 -
27. Jumlah surat permohonan membuat KTP tahun 2011 507 -
28. Jumlah surat permohonan membuat KK tahun 2009 92 Terhitung dari bulan Agustus 2009
29. Jumlah surat permohonan membuat KK tahun 2010 318 -
30. Jumlah surat permohonan membuat KK tahun 2011 199 -

Menurut pengamatan kelompok kami, di kantor desa terdapat petugas yang mengelolanya memahami dan memandang penting pencatatan data kependudukan. Hal tersebut dibuktikan adanya buku catatan kependudukan yang dicatat dan disusun dengan baik dan rapih. Di desa Cihideung Ilir terdapat pembukuan administrasi kependudukan yang isinya mencatat sebagai berikut:

  1. Buku mutasi penduduk berisi:
    1. Nomor
    2. Nama lengkap
    3. Tempat tanggal lahir
    4. Penambahan penduduk (Jenis kelamin, Agama, Pekerjaan, Alamat sebelumnya, Alamat baru, dan Tanggal datang)
    5. Pengurangan penduduk (Alamat sebelumnya, Alamat baru, Tanggal pindah)
    6. Alasan
    7. Keterangan
    8. Register surat kematian berisi:
      1. Nomor urut
      2. Nomor surat kematian
      3. Nama
      4. Jenis kelamin
      5. Tanggal lahir dan umur
      6. Pekerjaan
      7. Hari dan tanggal meninggal
      8. Tempat meninggal
      9. Penyebab meninggal
      10. Pelapor untuk mendapatkan surat kematian
      11. Buku nikah, talak, cerai, dan rujuk berisi:
        1. Nomor
        2. Pasangan (Nama lengkap, Tempat tanggal lahir dan umur, Jenis kelamin, Nama orang tua, Agama dan Pekerjaan)
        3. Telah melaksanakan (alamat, kode N/T/C/R, tanggal, petugas, wali, dan saksi)
        4. Keterangan

Pada kolom tanggal, petugas, wali dan sakasi tidak pernah diisi.

  1. Buku registrasi pembuatan akta kelahiran berisi:
    1. Nomor
    2. Tanggal
    3. Nomor induk penduduk
    4. Nama
    5. Jenis kelamin
    6. Lahir (jam, tanggal, dan tempat)
    7. Nama orang tua kandung ( bapak dan ibu kandung)
    8. Surat keterangan nikah ( diterbitkan oleh, nomor dan tanggal)
    9. Keterangan

Pada kolom diterbitkan oleh, nomor, dan tanggal tidak pernah diisi.

  1. Buku register KTP dan KK berisi:
    1. Nomor
    2. Tanggal
    3. Nama lengkap
    4. Tanggal lahir
    5. Alamat
    6. Status
    7. Keterangan membuat KTP atau KK
    8. Foto

Sebelum adanya pembukuan maka terdapat beberapa jenis formulir yang harus di isi, sebagai contoh beberapa lampiran kami sertakan.

Ada kemungkinan seseorang dapat memperoleh KTP/KK lebih dari satu. Sebab-sebab dari hal itu adalah:

  1. Adanya pelapor yang mengaku KTP/KKnya hilang.
  2. Adanya pelaporan salah nama atau tanda tangan sehingga meminta permohonan untuk membuat KTP/KK baru.

Petugas administrasi kependudukan mengatasi masalah tersebut dengan beberapa syarat sebagai berikut:

  1. Jika KTP/KK hilang maka wajib menyertakan surat keterangan kehilangan dari polisi ketiak mengajukan permohonan KTP/KK baru.
  2. Jika KTP/KK terdapat salah nama maka harus mengembalikan KTP/KK lama beserta akte atau ijazah ketika mengajukan pembuatan KTP/KK baru.

 

Bab III

                                                  Penutup

3.1 Kesimpulan

Pendataan atau sumber-sumber data Kependudukan/Demografi oleh Desa Cihideung Ilir tergolong rapi walaupun masih terdapat kekurangan-kekurangan  yaitu pendataan registrasi kejadian vital dan penduduk yang tergolong masih manual, tidak menggunakan teknologi yang ada, terkadang masih ada kesalahan dalam pengurutan nomor yang digunakan sehingga dalam penghitungan bisa saja tidak akurat karena kesalahan kecil tersebut.

Ketika seseorang akan membuat KTP dan KK karena kehilangan maka tidak dikenakan sanksi. Proses pendataan oleh petugas administrasi di Desa Cihideung ilir mempunyai persiapan antisipasi yang kuat, sehingga meminimalisir adanya pendataan penduduk ganda/ KTP ganda.

3.2 Saran

Pendataan di Desa Cihideung Ilir sudah rapi dan sangat hati-hati namun dalam bentuk pendataan masih manual, akan lebih rapi dan mudah dalam penghitungan jumlah data, baiknya jika dapat dirapikan dengan menggunakan fasilitas yang ada atau teknologi yang ada (komputer). Dengan demikian diharapkan akan membantu pengadministrasian desa Cihideung Ilir mudah dalam melihat perkembangan pendataan kependudukan setiap tahunnya.


Daftar Pustaka

 

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor. [internet]. Diunduh dari: http://www.kotabogor.go.id/index.php?Itemid=167&id=95&option=com_content&task=view

Alur Pelayanan KK dan KTP di Kota Bogor. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bogor. [internet]. Diunduh dari: http://disdukcapil.bogorkab.go.id/

Rusli S. [2010]. Bab 4 Sumber-sumber data kependudukan. Pengantar Ilmu Kependudukan. Draft Edisi Revisi. Hal. 26 – 36.

Undang-undang Republik Nomor  23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan.

 

Lampiran

 

Lampiran dokumentasi

 

 

Gambar 1. Arsip Kependudukan                    Gambar 2. Papan Nama Kantor Desa

 

 

 

 

 

Gambar 3. Pegawai Kantor Desa                    Gambar 4. Sekretaris desa

 

 

 

 

 

 

Gambar 5. Kantor desa                         Gambar 6. Struktur badan permusyawaratan desa

 

 

Lampiran gambaran umun desa Cihideung Ilir

A.KONDISI GEOGAFI

        Desa Cihideung Ilir merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor dengan luas wilayah 178 Ha, diatas permukaan laut 250 M, dan tinggi curah hujan 2-4 Cm,yang terbagi dalam 2 Dusun 5 Rukun warga (RW) dan 25 Rukun Tetangga(RT).

Batas Wilayah Desa Cihideung Ilir

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Cibanteng/Jalan Provnsi
  2. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Babakan /Kali Cihideung
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Cihideung Udik.
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Cihideung Udik.

Jarak Kantor Desa ke Ibu Kota Kecamatan, Kabupaten Bogor .Provinsi Jawa Barat dan ke Ibu Kota Negara adalah sebagai berikut :

1. Ibu Kota Kecamatan                                                           4     Km

2. Ibu Kota Kabupaten Bogor                                                            28    Km

3. Ibu Kota Provinsi Jawa Barat                                             120   Km

4. Ibu Kota Negara                                                                 60    Km

            Pemanfaatan lahan / penggunaan tanah di Desa Cihideung Ilir adalah sebagai berikut   :

  1. Perumahan/Pemukiman dan pekarangan                                      92 Ha
  2. Sawah                                                                                           80 Ha
  3. Ladang/Huma                                                                               2,5 Ha
  4. Jalan                                                                                              8 Ha
  5. Pemakaman/Kuburan                                                                    5 Ha
  6. Perkantoran                                                                                   1,5 Ha
  7. Lapangan Olah Raga                                                                    1,5 Ha
  8. Tanah/Bangunan Pendidikan                                                        5 Ha
  9. Tanah/Banguanan Peribadatan.                                                    3 Ha

Sedangkan tanah kas Desa seluas 700 H2 penggunaanya adalah sebagai berikut           :

  1. Bangunan Kantor Desa                                         288 M
  2. Masjid/Mushola/Majlis Taklim                              30 M

 

            B.KONDISI DEMOGRAFI

Jumlah penduduk Desa Cihideung Ilir sampai akhir bulan Desember tahun 2010

Tercatat sebanyak 9368 terdiri dari    :

1.Laki-laki sebanyak 4858 jiwa

2.Perempuan sebanyak 4510 jiwa

3.Jumlah KK sebanyak 2503 KK

Dengan kepadatan penduduk per/KM 527

Jumlah Penduduk menurut struktur umum

Kelompok umur

Jumlah Jiwa

Jumlah

Laki-laki

Perempuan

0-4

5-9

10-14

15-19

20-40

25-29

30-34

35-39

40-49

50-54

55-59

60-64

65-69

70 keatas

250

250

274

408

418

349

408

423

456

308

249

286

293

211

321

317

425

382

433

404

339

326

494

333

308

296

229

210

571

567

699

790

951

753

747

749

955

641

557

582

525

421

 

4858

4510

9368

 

 

 


Lampiran surat-surat

 

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA

KANTOR KEPALA DESA CIHIDEUNG ILIR

Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082 ( Kode Pos16620)

 

SURAT KETERANGAN  KELAHIRAN

                                                              Nomor: 474.1/ 83/V/2011

 

Yang bertanda tangan di bawah ini. Kepala Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea menerangkan bahwa berdasarkan  Buku Induk Kependudukan yang ada pada kantor kami terdaftar seorang anak  Perempuan.

Yang diberi nama                    : YUSNIDAR

adalah anak ke                                    :   (           )

 

AYAH                                                

Nama                                       : JANIN (Alm)

Tempat / Tgl Lahir                  :

Pekerjaan                                 :

Agama                                     :  Islam

No.KTP/KK                            :  -

Alamat Rumah                        :

Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor.

IBU                                                                

Nama                                       :                               (Alm)

Tempat/Tgl lahir                      :

Pekerjaan                                 : Ibu Rumah Tangga

Agama                                     :  Islam

No.KTP                                   : -

Alamat Rumah                        :

Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor.

Nama tersebut diatas benar dilahirkan di Padang  .

Pada hari  : Rabu                                Tanggal : 15-05-1941                 Pukul : 10.00    WIB

Demikian surat keterangan kelahiran ini kami buat dengan penuh tanggung  jawab atas kebenarannya.

Cihideung Ilir , 25-05-2011

Kepala Desa Cihideung Ilir

 

( Atang Suryadimulya )

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA

KANTOR KEPALA DESA CIHIDEUNG ILIR

Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082 ( Kode Pos 1622060)

           

 

SURAT KETERANGAN BEDA NAMA DAN TANGGAL LAHIR

Nomor  : 141/106/IV/2011-Kesra

 

Yang bertanda tangan di bawah ini , Kepala Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, Menerangkan bahwa dalam Ijasah SD, SMP dan SLTA :

 

Nama                                            :   SUPRIYADI

Tempat Tanggal Lahir                  :   Bogor,10-12-1984

Jenis Kelamin                               :   Laki-laki

Status                                           :   Belum Kawin

Warga negara                               :   Indonesia

Agama                                          :   Islam

Pekerjaan                                      :   -

No Nik                                         :   32030510128409177

Alamat                                         :   Kp. Cihideung Ilir RT Desa Cihideung

Ilir Kecamatan Ciampea,Kabupaten Bogor.

Dalam KTP dan KK tercantum

Nama                                             :  SUPRIADI

Tempat Tanggal Lahir                   :  Bogor, 10-12-1985

Alamat                                          :  Kp. Cihideung Ilir RT 01/01

Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea,Kabupaten Bogor.

 

Nama orang tersebut diatas satu orang yang sama. Yang benar adalah yang tercantum dalam IJASAH.

Demikian keterangan ini kami berikan dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan dengan semestinya  oleh yang bersangkutan.

 

Cihideung Ilir, 21-04- 2011

Kepala Desa Cihideung Ilir,

                                                                                                               

(ATANG SURYADIMULYA)

 

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA

KANTOR DESA CIHIDEUNG ILIR

Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082(Kode Pos 1622060

 

 

SURAT KETERANGAN

Nomor.445.2/05/IV-2011

            Yang bertanda tangan dibawah ini, kepala Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, menerangkan  bahwa :

 

Nama                           : M.SOLEH

Tempat/tanggal Lahir : Bogor, 10-10-1975

Jenis Kelamin             : Laki-laki

Alamat    (baru)          : Kp.Bojong RT 01/01 Desa Cihideung Ilir Kec.Ciampea Kab.Bogor

Agama                        : Islam

Pekerjaan                    : Wiraswasta

Adalah benar warga kami dan satu orang yang sama dengan alamat yang lama.

Nama                          : M.SOLEH

Tempat/tanggal lahir  : Bogor, 10-10-1975

Jenis kelamin              : Laki-laki

Alamat (Lama)           : Kp.Cihideung Ilir RT 01/01 Desa Cihideung Ilir Kec.Ciampea Kab.Bogor.

Agama                       : Islam

Pekerjaan                  : Wiraswasta

Demikian keterangan ini kami berikan untuk digunakan dengan semestinya.

Bogor, 29-04-2011

Kepala Desa Cihideung Ilir

                                                                                                                       ATANG SURYADIMULYA

 

            PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA

KANTOR KEPALA DESA CIHIDEUNG ILIR

Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082 ( Kode Pos 16620

 

SURAT KETERANGAN BEDA TANGGAL LAHIR

No.141/178/V/2011-Kesra

 

         Yang bertanda tangan dibawah ini, Kepala Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, menerangkan bahwa nama tersebut dibawah ini  :

            Nama                                      :  GUGUN WIGUNA

            Jenis kelamin                         :  Laki-laki

            Tempat/Tanggal lahir           : Bogor, 07-03-1978

            Kewarganegaraan                : Indonesia

            Agama                                    : Islam

            Pekerjaan                               : Wiraswasta

             NIK                                       : 3201150703780009

Alamat                                    : Kp.Cibanteng Setu RT 04/04

                                                              Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea

                                                            Kabupaten Bogor

            Nama tersebut diatas satu orang yang sama dengan tanggal lahir  yang berbeda, yang tercantum dalam KTP : 07-03-1978 , yang tercantum dalam Surat Nikah : 05-07-1978 ,  tanggal lahir yang benar adalah  yang tercantum dalam KTP

            Demikian surat keterangan ini di buat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

 

 

 

                                                                        Cihideung Ilir, 25-04-2011

                                                                         Kepala Desa Cihideung Ilir

                                                                                                                            

 

 

                                                                                      (  ATANG SURYADIMULYA )

 

 

 

 

 

 

                                                                                                 Model N1

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA

KANTOR KEPALA DESA CIHIDEUNG ILIR

Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082 (Kode Pos 16620)

SURAT KETERANGAN UNTUK NIKAH

No  :474.2/39/V/2011     

Yang bertanda tangan dibawah ini menerangkan dengan sesungguhnya bahwa  :

Nama Lengkap                        :  AHMAD SANUSI

Jenis Kelamin                          :  Laki – laki

Tempat/Tgl lahir                      :  Bogor, 16-05-1990

Warga negara                          :  Indonesia

Agama                                     :  Islam

Pekerjaan                                 :  Buruh

Alamat Rumah                        :  Kp. Cibanteng Proyek RT.01/05

Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea,

Kab.Bogor.

Binti                                        :  M.AMIN

Status Perkawinan                  :

  1. Jika pria terangkan jejaka,

duda atau beristri              :  Jejaka

b.  Jika wanita terangkan

Perawan atau janda            :

Nama istri/suami terdahulu     :

Demikian surat keterangan ini dibuat dengan mengingat sumpah jabatan dan untuk digunakan seperlunya.

         

Cihideung Ilir, 20-05-2011                                                                       Kepala Desa Cihideung Ilir

 

                             (ATANG SURYADIMULYA)

 

                                               

 

                                                                                                                                 

N2

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA

KANTOR KEPALA DESA CIHIDEUNG ILIR

   Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082

 

SURAT KETERANGAN ASAL-USUL

No : 474.2/39/V/2011

Yang bertanda tangan dibawah ini menerangkan dengan sesungguhnya bahwa  :

Nama Lengkap                        :  AHMAD SANUSI

Tempat/Tgl lahir                      :  Bogor, 16-05-1990

Warga Negara                         :  Indonesia

Agama                                     :  Islam

Pekerjaan                                 :  Buruh

Alamat Rumah                        :  Kp. Cibanteng Proyek  RT 01/05

Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea,

Kab.Bogor.

Adalah benar anak kandung dari pernikahan seorang pria:

Nama Lengkap                        : M.AMIN

Tempat/Tgl lahir                      :  Bogor, 21-01-1951

Warga Negara                         :  Indonesia

Agama                                     :  Islam

Pekerjaan                                 :  Wiraswasta

Alamat Rumah                        :  Kp.Cibanteng Proyek RT 01/05

Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea,

Kab.Bogor.

Dengan seorang wanita:

Nama Lengkap                        :  IYOH YOHANI

Tempat/Tgl Lahir                    :  Bogor, 06-12-1967

Warga Negara                         :  Indonesia

Agama                                     :  Islam

Pekerjaan                                 :  Ibu Rumah Tangga

Alamat Rumah                        :  Kp.Cibantengf Proyek Rt 01/05

Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea,

Kab.Bogor.

Demikian surat keterangan ini dibuat dengan mengingat sumpah jabatan dan untuk dapat digunakan seperlunya

                                                                                                                                                            Cihideung Ilir, 20-05-2011                                                    Kepala Desa Cihideung Ilir

(ATANG SURYADIMULYA)

N4

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA

KANTOR KEPALA DESA CIHIDEUNG ILIR

 Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082 (Kode Pos 16620)

SURAT KETERANGAN ORANG TUA

Nomor : 474.2/39/V/2011     

            Yang bertanda tangan dibawah ini menerangkan dengan sesungguhnya bahwa  :

AYAH

Nama Lengkap                        : M.AMIN

Tempat/Tgl lahir                      : Bogor, 21-01-1951

Warga Negara                         :  Indonesia

Agama                                     :  Islam

Pekerjaan                                 : Wiraswasta

Alamat Rumah                        : Kp.Cibanteng Proyek RT 01/05

Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea,

Kab.Bogor.

IBU

Nama Lengkap                        :  IYOH YOHANI

Tempat/Tgl Lahir                    :  Bogor, 06-12-1967

Warga Negara                         :  Indonesia

Agama                                     :  Islam

Pekerjaan                                 :  Ibu Rumah Tangga

Alamat Rumah                        :  Kp.Cibanteng Proyek RT 01/05

Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea,

Kab.Bogor.

Adalah benar ayah kandung dan ibu kandung dari seorang

Nama Lengkap                        :  AHMAD SANUSI

Tempat/Tgl Lahir                    :  Bogor,16-05-1990

Warga Negara                         :  Indonesia

Agama                                     :  Islam

Pekerjaan                                 :  Buruh

Alamat Rumah                        :  Kp. Cibanteng Proyek RT 01/05

Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea,

Kab.Bogor.

Demikian surat keterangan ini dibuat dengan mengingat sumpah jabatan dan untuk digunakan seperlunya.

Cihideung Ilir, 20-05-2011

Kepala Desa Cihideung Ilir

  (ATANG SURYADIMULYA)                                                                                                                                                                        

N6

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA

KANTOR KEPALA DESA CIHIDEUNG ILIR

                   Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082 ( Kode Pos 16620)

 

 

SURAT KEMATIAN SUAMI/ISTRI

                                                               Nomor : 474.2/          /          /2011

             Yang bertanda tangan dibawah ini menerangkan dengan sesungguhnya bahwa:

I. Nama Lengkap                    :

Binti                                    :

Tempat/Tgl Lahir                 :

Warga Negara                      :  Indonesia

Agama                                  :  Islam

Pekerjaan                              :

Tempat tinggal terakhir         :

 

Telah meninggal dunia

pada tanggal                          :

Di                                          :

II. Nama Lengkap                   :

Bin/Binti                            :

Tempat/Tgl Lahir               :

Warga Negara                    :  Indonesia

Agama                                :  Islam

Pekerjaan                            :

Alamat                               :

Adalah…………………………. yang telah meninggal tersebut diatas.

Demikianlah surat keterangan ini dibuat dengan mengingat sumpah jabatan dan dapat dipergunakan seperlunya.

 

 

Cihideung Ilir,

Kepala Desa Cihideung Ilir

 

(ATANG SURYADIMULYA)

                

 

 

       

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA

KANTOR KEPALA DESA CIHIDEUNG ILIR

Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082 ( Kode Pos 1622060

           

                                    SURAT KETERANGAN DUDA/JANDA

                                      Nomor    : 141/ 145/XI/2010

 

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, Menerangkan bahwa     :

 

Nama                                       :  HANIAH

Umur/ Tanggal Lahir               :  Bogor, 10-12-1936

Jenis Kelamin                          :  Perempuan

Pekerjaan                                 :  Ibu Rumah Tangga

Alamat                                                :  Kp.Cihideung Ilir RT09/02

Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

 

Bahwa yang bersangkutan adalah warga kami sampai saat ini masih berstatus JANDAdari almarhum Bapak K.HARUN.

Demikian surat keterangan ini dibuat, untuk digunakan sebagaimana mestinya.

 

 

 

Cihideung Ilir, 02-12-2010

Kepala Desa Cihideung Ilir

 

 

 

( Atang Suryadimulya )

 

 

 

 

 

 

 

       

 

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA KANTOR KEPALA DESA CIHIDEUNG ILIR

Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082 ( Kode Pos 16620)

SURAT KETERANGAN MENIKAH

No.474.2/163/XI/2010

 

Yang  bertanda tangan dibawah ini Kepala Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea Kabupaten , Bogor menerangkan dengan sesungguhnya bahwa        :

Nama Lengkap            : ADANG

Tempat/Tgl Lahir        : Bogor, 02-02-1955

No.KTP                       : 32030502025506270

Pekerjaan                     : Wiraswasta

Agama                         : Islam

Alamat                                    : Kp. Cihideung Ilir RT 02/02 Desa Cihideung Ilir

Kecamatan Ciampea Kab.Bogor.

Nama tersebut adalah benar warga desa kami yang bertempat tinggal tersebut di atas dan pernah menikah sampai dengan saat ini dengan seorang perempuan yang bernama       :

Nama Lengkap            : NENENG HERAWATI

Tempat/Tgl Lahir        : Bogor, 07-01-1973

No KTP                       : 32030547017306271

Pekerjaan                     : Ibu Rumah Tangga

Agama                         : Islam

Alamat                                    : Kp.Cihideung Ilir  RT 02/02

Desa Cihideung IlirKecamatan Ciampea Kab.Bogor.

Pertikahan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 10-02-1991 di Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor.

Demikian surat keterangan ini kami buat dengan sebenarnya .Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Cihideung Ilir, 06-01-2011

Kepala Desa Cihideung Ilir,

 

 

 

Atang Suryadimulya

 

 

       

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA

KANTOR KEPALA DESA CIHIDEUNG ILIR

Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082 ( Kode Pos 1622060)

           

SURAT KETERANGAN

Nomor : 141/003-Ds

 

Yang bertanda tangan dibawah ini kepala Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, menerangkan dengan sesungguhnya bahwa :

 

Nama                                       : TATI HERAWATI JD MUCHTAR

Tempat/Tanggal lahir              : Bandung, 05-11-1952

Jenis kelamin                           : Perempuan

NIK                                         : 45115206414

Agama                                     : Islam

Pekerjaan                                 : Pensiunan

Alamat                                                : Kp.Cibanteng Setu RT 04/04

Desa Cihideung Ilir, Kec. Ciampea Kab. Bogor.

Adalah benar warga desa kami yang sampai saat ini masih status Belum Kawin

Demikian keterangan ini kami berikan untuk digunakan sebagaimana mestinya.

 

 

Cihideung Ilir, 11-01-2011

Kepala Desa Cihideung Ilir

 

 

 

                   (ATANG SURYADIMULYA)

 

 

 

 

 

 

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA

KANTOR KEPALA DESA CIHIDEUNG ILIR

Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082 ( Kode Pos 1622060)

           

SURAT PERNYATAAN BELUM PERNAH MENIKAH

Yang bertanda tangan dibawah ini  :

Nama Lengkap                        : SITI SUHELMA

Bin/Binti                                 : UHAN

Tempat/Tanggal lahir              : Bogor, 17-04-1991

Warga negara                          : Indonesia

Agama                                     : Islam

Pekerjaan                                 : -

Nomor KTP                            : 32.03.05.570491.04208

Alamat                                                : Kp.Cihideung ilir RT 04/02 Desa Cihideung Ilir Kec.Ciampea Kab.Bogor

Dengan ini menyatakan dengan sebenar bahwa sampai saat ini saya belum pernah menikah atau    berkeluarga dengan seorang Laki – laki manapun, baik pernikahan yang dicatat di Urusan Agama atau Catatan Sipil maupun pernikahan yang dilakukan secara liar dan benar bahwa sampai saat ini status saya masih PERAWAN. Surat pernyataan ini saya buat dalam rangka untuk melengkapi lamaran perkerjaan.

Demikian surat keterangan belum pernah menikah ini saya buat dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani dan tampa paksaan dari pihak manapun. Dan apabila dikemudian pernyataan ini tidak benar,maka saya bersedia dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak akan melibatkan Kantor Urusan Agama atau Catatan Sipil manapun dan saksi-saksi yang ikut menanda tangani surat pernyataan ini.

Cihideung Ilir, 18-05-2011

Yang membuat pernyataan

 

            ( SITI SUHELMA  )

Saksi-Saksi

Saksi I                                                                                                   Saksi II

 

(ANDRI WIJAYA)                                                                              ( UMAR )

Mengetahui,

Kepala Desa Cihideung Ilir,

 

 

 

(Atang Suryadimulya)

 

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA

KANTOR KEPALA DESA CIHIDEUNG ILIR

Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082 ( Kode Pos 1622060)

           

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama                           : SHAMSUDIN

Tempat /Tgl Lahir       : Bogor,11 September 1941

Agama                         : Islam

Pekerjaan                     : Petani

Alamat                                    : Kp Cibanteng Atas Rt 01 / 04 Desa Cihideung Ilir

Kec. Ciampea Kab. Bogor.

Dengan ini saya memberikan Kuasa kepada wali hakim untuk dapat menikahkan anak saya

yang bernama ; NURILAH. Di karenakan saya sedang melaksanakan tugas yang tidak dapat di tinggalkan

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan penuh kesadaran dan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

 

Cihideung Ilir, 01 April 2009

Yang membuat pernyataan

 

 

( Shamsudin )

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA

KANTOR KEPALA DESA CIHIDEUNG ILIR

Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082 ( Kode Pos 1622060)

SURAT KETERANGAN WARIS

            Kami yang bertanda tangan di bawah ini adalah para ahli waris dari almarhum …………………………dengan ini menerangkan dengan sesungguhnya dan sanggup diangkat sumpah bahwa almarhum tepat tinggal yang terahir di kampong……………………………Rt ………Rw………

Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea Pada tahun ………Telah  meninggal  dunia.

Dan hasil Perkawinan almarhum dengan………………………..telah dilahirkan dan kini masih hidup ………(………….).orang anaknya yaitu :

1…………………….

2…………………….

3…………………….

4…………………….

Demikian kami adalah benar para ahli waris dari almarhum…………

Bogor……..,…………2009

Saksi-Saksi                                                                              Ahli waris

1                    Ketua Rt

 

(………………………)                                                                1………………..(………….)

2………………..(………….)

2. Ketua Rw                                                                                  3………………. .(…………..)

 

(……………………….)

 

Nomor : 593.2 /                                                                 Nomor : 593.2 /

Tanggal…………….                                                        Tanggal…………..

 

Mengetahui                                                                             Mengetahui

Camat Ciampea                                                               Kepala desa Cihideung Ilir

 

Drs. BUDI LUKMAN NULHAKIM.MM                      ATANG SURYADIMULYA

Nip 010 205 82

 

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA

KANTOR KEPALA DESA CIHIDEUNG ILIR

Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082 ( Kode Pos 16620)

 

 

SURAT KETERANGAN  KELAHIRAN

                                                              Nomor          : 474.1/  44 / IV /2011

Yang bertanda tangan di bawah ini. Kepala Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea menerangkan bahwa berdasarkan  Buku Induk Kependudukan yang ada pada kantor kami terdaftar seorang anak  Perempuan   

Yang diberi nama                    :  DINI DARMAWATI

adalah anak ke                                    :  2(Dua)

AYAH                                                

Nama                                       :  ANANG

Tempat / Tgl Lahir                  :

Pekerjaan                                 :

Agama                                     :  Islam

No.KTP                                   :

Alamat Rumah                        :  Kp.Cibanteng Agathis RT 03/05

Desa Cihideung Ilir Kecamatan

Ciampea Kabupaten Bogor.

IBU                                                                

Nama                                       : NANA

Tempat/Tgl lahir                      :

Pekerjaan                                 :  Ibu Rumah Tangga

Agama                                     :  Islam

No.KTP                                   :

Alamat Rumah                        :  Kp.Cibanteng Agathis RT 03/05

Desa Cihideung Ilir Kecamatan

Ciampea Kabupaten Bogor.

Nama tersebut diatas benar dilahirkan di Bogor  .

Pada hari  : Kamis                          Tanggal: 08-03-1979                             Pukul : 02.30    WIB         

Demikian surat keterangan kelahiran ini kami buat dengan penuh tanggung  jawab atas kebenarannya.

Cihideung Ilir , 28-04-2011

Kepala Desa Cihideung Ilir   

 

 

                                                                                                  ( Atang Suryadimulya )

PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR

KECAMATAN CIAMPEA

KANTOR KEPALA DESA CIHIDEUNG ILIR

Jalan : Raya Cihideung Ilir Ciampea Bogor, Telpon (0251) 8422082 ( Kode Pos 1622060)

           

SURAT KETERANGAN BEDA NAMA

Nomor  : 141/167/V/2011-Kesra

 

Yang bertanda tangan di bawah ini , Kepala Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, Menerangkan bahwa   :

 

Nama                                            :   MASLIMAH

Tempat Tanggal Lahir                  :   Bogor,14-08-1992

Jenis Kelamin                               :   Perempuan

Status                                           :   Kawin

Warga negara                               :   Indonesia

Agama                                          :   Islam

Pekerjaan                                      :   -

No KTP                                        :  320115408900001

Alamat                                         :   Kp. Cihideung Ilir RT 04/02                                                                                       Desa Cihideung Ilir Kecamatan

Ciampea,Kabupaten Bogor.

Nama orang tersebut diatas satu orang yang sama. Yang tercantum dalam Kartu Keluarga  LIMAH yang tercantum dalam KTP MASLIMAH yang benar adalah yang tercantum dalam KTP.

Demikian keterangan ini kami berikan dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan dengan semestinya  oleh yang bersangkutan.

 

Cihideung Ilir, 20-05- 2011

Kepala Desa Cihideung Ilir,

                                                                                                         

 

 

         (ATANG SURYADIMULYA)

 


[1] Alur Pelayanan KK dan KTP di Kota Bogor. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bogor.[ Rabu, 17 Maret 2010]

 

 

timer untuk shooting iklan “siboca”

31 May

Konsep Pembuatan iklan “SIBOCA” revisi

Produser: Rizka amalia

Pemain cewek : Regina

Pemain cowok: Amudi

PJ ppt dan presentasi : paingat

PJ stand dan property: Ester dan Astra

PJ cameramen: Lita, Andini, Arif, dan Fadel

Tim Editing: Rizka, Lita, Andini, Fadel, dan Arif

Support produk By “SIBOCA” lisensi oleh Etika, Heny, Nindi dkk

 

No. Narasi cerita Focus kamera Property & PJ Durasi
1. Di suasana pagi yang cerah dengan lambaian rerumputan yang berembun, serta gemericik aliran sungai. Ngeshoot suasana sungai dengan rerumputan hijau dan aliran sungai serta bebatuan Cameramen-rizka 10 detik
2. Terlihat seorang laki-laki yang frustasi (karena di tinggal mati oleh kekasihnya) dan membawa botol dan dengan wajah yang pesimis. Kemudian dengan penuh harap ia melepaskan botol ke sungai perlahan-lahan (seperti melepas abu orang mati di India)

 

  1. focus ngeshoot tingkah laku da wajah cowo,è 20 detik
  2. focus ngeshoot tangan cowo yang mulai melepas botol surat,è 10 detik
  3. focus ngeshoot botol surat yang ikut terbawa arus di sungai è 20 detik

 

Cameramen- rizka

Pemain-rizka

Botol before-astra

Botol after-pay

Kostum-ester

 

*botol before= menyerahkan botol sebelum di lepas disungai

*botol after=mengambili botol yang dilepas disungai

*kostum= merapihkan dan menjada kostum di TKP

 

 
3. kejadian nomor 2 berulang sampai tiga kali dengan kostum yang berbeda.

 

 Idem dengan di nomor 2 Cameramen- rizka

Pemain-rizka

Botol before-astra

Botol after-pay

Kostum-ester

150 detik
4. Di hilir ada seorang cewe yang selalu mengambili botol surat tersebut.
  1. Focus pada botol surat yang perlahan berhentiè 5 detik
  2. Focus pada gerak gerik cewe yang mengambil botol surat tersebutè 5 detik
  3. Focus pada tangan cewe yang sudah memegang boto tersebutè 5 detik
Cameramen-rizka

Pemain-rizka

Botol before-astra

 

 
5. kejadian nomor 4 berulang sampai tiga kali dengan kostum yang berbeda.

 

Idem dengan nomor 4 Idem dengan nomor 4 45 detik
6. Cewe tersebut kemudian pergi ke kamrnya dan menghias setiap botol surat yang ia pungut di sungai lalu tampaklah siboca modern.
  1. Fokus pada suasana kamarè 5 detik
  2. Fokus pada tangan cewe yang sedang menghias botol suratè 5detik
  3. Focus pada botol-botol yang tertata rapih di mejaè 10 detik<leatin 3 jenis siboca ya>
Cameramen-rizka

Suasana kamar-regina, astra, ester

20 detik
7. ATTENTION Setting waktu 1-5 merupakan setting jaman dahulu sehingga akan lebih bagus menggunakan efec sepia    
8. Ketika fokus pada siboca tiba-tiba gambar siboca ngeblur kemudian perlahan menjadi gelap dan akrirnya ada cahaya yang amat terang. Cahaya tersebut perlahan di zoom in menampakkan cahanya lilin dan kemudian di zoom in lagi menjadi beberapa lilin yang berbentuk love
  1. Blurè2 detik
  2. Gelapè2 detik
  3. Cahaya terangè3 detik
  4. Cahaya lilinè3 detik
  5. Cahaya beberapa lilin yang berbentuk loveè 5 detik
Tim editing=rizka 15 detik
9. Suasana malam hari dengan latar lapangan yang telah dihiasi lilin yang dibentuk symbol hati dan di sekelilingnya ada siboca lampu
  1. ngeshoot suasana malamè3 detik
  2. focus pada lapangan yang telah dihiasi lilin yang dibentuk symbol hati dan di sekelilingnya ada siboca lampuè7 detik
Lilin kecil 40-regina

Lilin besar 20-regina

Korek api 1-rizka

Siboca lampu 6-siboca

Roll kabel 6-astra, ester, paingat

Piñata latar dan lilin-semua kru

 

10 detik
10. Cewe dan cowo sudah berpakaian modern dengan tampang yang kebingungan dan saling membelakangi kemudian bertabrakan punggung. Keduanya berbalik arah dan saling berpandangan. Cowok melihat  siboca yang dibawa cewe, kemudian memegang  siboca itu lalu membukanya. Kemudian saling berpandangan lalu kepala saling berdekatan.

 

  1. Cowo dan cewe berjalan mundur è 15 detik
  2. Tabrakan dan berbalikè5 detik
  3. Bertatapan è 5 detik
  4. Cowok melihat siboca dan membukanyaè 5 detik
  5. Berpandangan sambil menggenggam tangan dan keduanya saling menggenggam 1 siboca è5 detik(focus pada tangan dan siboca)
  6. Kepala saling berdekatan è 5 detik
Pemain-rizka

Cameramen-rizka

Gaun cewe( gaun pesta warna krem, asesoris, sepatu hak tinggi)

Dress wat cowo( kemeja krem, rompi item, dasi item, sepatu vantovel, celana bahan warna item)

 

40 detik
11. Ketika fokus pada dua kepala yang berdekatan lalu di zoom in untuk ngeshoot pinggang ke sampai kepala, entar pas diedit ini diblurkan saja kemudian lama kelamaan menghilang.

 

  1. Kepal berdekatanè 5 detik
  2. Keseluruhan badanè 3 detik
  3. Blur è 2 detik
Tim editing-rizka 15 detik

 

 

 

 

 

KONSEP IKLAN “SIBOCA” UNTUK KOMUNIKASI BISNIS

19 May

Produser: Rizka amalia

PJ property : paingat

Pemain cewe : regina

Pemain cowo: Amudi

Dua temen cewe: ester dan astra

 

 

SETTING JADUL

  1. Suatu pagi ada seorang wanita yang cantik dan seksi bernama dewi mandi di kali sembari mencuci beberapa bajunya. (setting dewi mencuci dengan bersama dua temannya yang asik bercengkrama).
    1. Ngeshoot suasana sungai dengan rerumputan hijau dan aliran sungai serta bebatuan.==>30 detik
    2. Ngeshoot tapakan kaki pertama kali ketika menyentuh air 3 perempuan yang memasuki sungai.(focus pada kaki)==>10 detik
    3. Ngeshoot keceriaan dewi dan teman-temannya yang sedang mencuci baju. (fakus pada keceriaan mimik wajah).==> 10 detik

Properti:

Kemben 3

Bakul 3

Baju cucian 6

Pemain cewek(astra, ester, regina)

Rambut di sanggul atau dikepang

Editing:

Masukan lagu padang ceria.

  1. Dan di hulu sana ada seorang jejaka pencari cinta yang sedang jenuh menanti kekasih hati yang telah mati. Kemudian dibawah pepohonan ia menulis selembar surat cinta yang dimasukkannya ke botol. Botol itu digenggam erat dan sesekali di pandanginya (dengan mata yang menunjukkan melamun serta putus asa). Kemudian botol itu diletakkannya di selempangan sarung yang dipakainya.
    1. Ngeshoot pohon dari kejauhan sehingga tampak kecil dan perlahan pohon itu tampak besar==> 10 detik
    2. Ngeshoot orang yang duduk menulis surat(focus pada mimic wajah yang frustasi dan gerak geriknya)==>30 detik
    3. Ngeshoot tulisan surat yang bagian penting yaitu tanggal janji bertemu==>10 detik

Property

Sarung, baju item, kaos putih, celana bahan item, topi khas padang

Kertas warna coklat

Siboca

Pulpen bulu ayam

Editing

Lagu padang sedih

  1. Iapun berdiri menghampiri sungai kemudian ia duduk di bebatuan besar yang ada di tengah sungai lalu melemapar-lempar kerikil. Ketika ia sudah jenuh puas dengan pelampiasan rasa hatinya tersebut, barulah kemudian ia berdiri meninggalkan sungai ( tanpa sengaja botol suratnya jatuh).
    1. Ngeshoot ketika ia berjalan dari agak jauh jadi kelihatan seluruh tubuhnyaè 10 detik
    2. Duduk merenung sejenak di bebetuanè 5 detik
    3. Ambil kerikil dan melempari sungaiè 10 detik
    4. Berdiri dan siboca jatuh kesungaiè5 detik
    5. Ngeshoot siboca yang hanyut hingga sampai di bakul ceweè20 detik

(jangan lupa setting hilir sungai yang sudah ada cewe-cewe bercengkrama)

Property

Siboca

Kerikil

Benang warna putih

Bakul

Editing

Suara aliran air yang dipadu dengan lagu romantic

  1. Di hilir cewe sedang asyik mencuci kemudian berdiri meninggalkan sungai dan menuju ke daratan.(sic ewe tidak sadar jika ada siboca yang nyangkut di bakulnya)
    1. Ngeshoot cewe ngangkat bakulè5 detik
    2. Ngeshoot cewe menapakkan kaki di daratan(focus pada langkah cewe kemudian focus pada siboca yang ada di bakul)è 10 detik
    3. Ngeshoot cewe2 berjalan meninggalkan sungai(focus pada suasana keceriaan cewe2)è10 detik

Property

Kemben 3

Bakul 3

Baju cucian 6

Pemain cewek(astra, ester, regina)

Editing

Lagu padang dan tawa cewe2

SETTING MODERN

  1.  Renkarnasi jaman modern, dimana ngeshoot suasana malam hari dengan latar lapangan yang telah dihiasi lilin yang dibentuk symbol hati dan di sekelilingnya ada siboca lampuè 30 detik(focus di symbol hati dan siboca lampu)

Property

Lilin kecil 40

Lilin besar 20

Korek api 1

Siboca lampu 6

Roll kabel 6

  1. Cewe dan cowo sudah berpakaian modern dengan tampang yang kebingungan dan saling membelakangi kemudian bertabrakan punggung. Keduanya berbalik arah dan saling berpandangan. Cowok melihat  siboca yang dibawa cewe, kemudian memegang  siboca itu lalu membukanya. Kemudian saling berpandangan lalu kepala saling berdekatan.
    1. Cowo dan cewe berjalan mundur è 20 detik
    2. Tabrakan dan berbalikè5 detik
    3. Bertatapan è 5 detik
    4. Cowok melihat siboca dan membukanyaè 5 detik
    5. Berpandangan sambil menggenggam tangan dan keduanya saling menggenggam 1 siboca è5 detik(focus pada tangan dan siboca)
    6. Kepala saling berdekatan è 5 detik (ngeshoot pinggang ke sampai kepala, entar pas diedit ini diblurkan saja kemudian lama kelamaan menghilang)

Property

Lilin kecil 40

Lilin besar 20

Korek api 1

Siboca lampu 6

Roll kabel 6

Gaun cewe( gaun pesta warna krem, asesoris, sepatu hak tinggi)

Dress wat cowo( kemeja krem, rompi item, dasi item, sepatu vantovel, celana bahan warna item)

Editing

Lagu instrument romantis

STRATEGI DAN PENDEKATAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT MENGHADAPI GLOBALISASI PEREKONOMIAN DI INDONESIA

12 May

Oleh:

Rizka Amalia                     I34090030

Septiana Nurhanifah          I34090057

Femy Amalia A.P              I34090065

Firza Triana Zelaviori       I34090035

Ayu Anjartika                    I34090036

 DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DDAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT
FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2011

Latar Belakang

Globalisasi akan melanda negara berkembang sebagai dampak dari ekspansi kemajuan dan perubahan sistem ekonomi di negara maju. Globalisasi merupakan sebuah  rekayasa negara-negara maju untuk tetap menjaga eksistensi dan pengaruhnya terhadap negara berkembang. Globalisasi  hanya evolusi dari kapitalisme dimana negara-negara maju akan mengontrol perekonomian dunia sedangkan  negara-negara berkembang hanya dieksploitasi dan semakin terpuruk karena tidak mempunyai daya saing.

Hal itu terbukti dengan adanya beberapa fakta yang baru-baru ini terjadi pada negara maju dan berdampak pada negara berkembang salah satu contohnya adalah krisis ekonomi yang terjadi di Amerika pada tahun 2008 yang memberikan dampak kepada negara berkembang. Akibat krisis tersebut Bank Dunia memperkirakan ekonomi hanya akan tumbuh 2%, meski negara maju sudah melakukan beberapa upaya dalam membuat kebijakan peraturan dan memperbaiki kondisi makro ekonomi yang lebih baik tetapi mereka akan tetap merasakan dampak krisis tersebut. Seperti perekonomian China yang  akan tetap tumbuh, namun perekonomian tersebut akan tumbuh lebih lambat yaitu 11-12% dari rata-rata pertumbuhan tahunan. Krisis ini akan menyebabkan 200 juta penduduk dunia akan mengalami kemiskinan (Stiglitz 2009).

Diperlukan adanya strategi dan pendekatan pengembangan masyarakat untuk  mengindari lilitan krisis utang tersebut. Hal tersebut merupakan suatu cara yang dapat diterapkan untuk mengatasi globalisasi saat ini.

Deskripsi

  1. a.      Globalisasi

Saat ini istilah globalisasi sudah tidak asing lagi, terutama bagi kalangan ekonomi, sosial, politik, dan akademisi. “Globalisasi pada kegiatan ekonomi dan persoalan pengelolaannya dianggap muncul setelah Perang Dunia II, terutama tahun 1960-an”. (Hirst P dan Thompson G, 1996). Jika ditelaah lebih jauh lagi, esensi globalisasi pada dasarnya adalah peningkatan interaksi dan integrasi di dalam perekonomian, baik di negara ataupun antar negara yang meliputi aspek-aspek perdagangan, investasi, dan perpindahan faktor-faktor produksi dalam bentuk migrasi tenaga kerja dan penanaman modal asing, keuangan, dan perbankan internasional, serta arus devisa (Thoha M et al. 2001).

Sejatinya, jika ingin menyebutkan esensi globalisasi banyak sumber yang memberikan definisi terhadap globalisasi, baik dari asal muasal globalisasi sampai arti harfiahnya. Seperti halnya Group of Lisbon sebagaimana dikutip oleh Firdausy (2000:2-3) dalam Thoha M et al. (2001:3), melihat globalisasi dari dua aspek yaitu ruang lingkup dan intensitasnya. Berdasarkan ruang lingkup, globalisasi merupakan satu himpunan atau rangkaian yang meliputi sebagian besar belahan dunia atau beroperasi diseluruh dunia. Dilihat dari intensitasnya, globalisasi mempunyai implikasi pada intensifikasi pada tingkat interaksinya, interkoneksi, atau kesalingtergantungan antara negara-negara dan masyarakatnya yang merupakan komunitas dunia.

Pengertian globalisasi juga dapat dibedakan dalam internasionalisasi dan multinasionalisasi. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Paul Kennedy (1993) dan Hadi Susastro (1999) yang dikutip dari Firdausy (2000) dalam Thoha M et al. (2001), globalisasi sebagai internasionalisasi merupakan aliran bahan baku, barang dan jasa maupun uang dan gagasan serta tenaga kerja dan arus modal antara dua negara atau lebih, sedangkan globalisasi sebagai multinasional merupakan proses pemindahan dan relokasi sumberdaya ekonomi, khususnya modal dan tenaga kerja dari suatu negara ke negara lain. Selain itu, definisi lain dari globalisasi datang dari Stern (2000) dalam Thoha M et al. (2001), yaitu globalisasi sebagai tumbuhnya integrasi ekonomi dan masyarakat antar negara melalui arus informasi, gagasan, aktivitas, teknologi, barang-barang, jasa-jasa, modal dan orang.

  1. b.       Globalisasi Perekonomian

Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa. Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.

Sementara itu Fligstein (1998:5-6) dalam Thoha M et al. (2001:5), meyatakan bahawa globalisasi ekonomi pada umumnya merujuk pada tiga proses. Pertama, adanya peningkatan jumlah perdagangan dunia sehingga perusahaan-perusahaan tidak hanya berkompetisi didalam perekonomian mereka sendiri melainkan juga dari seluruh dunia. Kedua, globalisasi mempunyai makna bahwa kebangkitan ekonomi negara-negara Asia, terutama Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Singapura telah mengakibatkan peningkatan pengngguran di Amerika Utara, Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. Fligstein (1998:5-6) juga menambahkan globalisasi sebagai pasar keuangan dunia untuk hutang, modal, dan uang telah tumbuh secara substansial.

  1. c.      Strategi dan pendekatan pengembangan masyarakat

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang terkena dampak dari globalisasi. Indonesia terdiri dari beberapa kepulauan sehingga tipe komunitas yang ada dalam wilayah Indonesia memiliki karakteristik komunitas, relasi kekuasaan, sikap dan sistem nilai yang berbeda sehingga Indonesia memerlukan strategi pengembangan masyarakat yang berbeda pada tiap wilayah.

Strategi pengembangan masyarakat yang di ungkapkan Chin dan Benne (1961) dalam Nasdian (2006) antara lain rational-empirical, normative-reeducative dan power-coorcive. Rational-empirical menitik beratkan pada basis riset oleh beberapa ahli.. Sedangkan normative-reeducative lebih terkait dengan sikap dan sistem nilai warga komunitas. Berbeda dengan kedua strategi tersebut, power-coercive  lebih terkait dengan hubungan relasi kekuasaan dimana kekuasaan tersebut cenderung dipaksakan kepada komunitas.

Asumsi-asumsi dasar strategi pengembangan masyarakat pada production centered development menyatakan bahwa asumsi tentang masyarakat dipandang sebagai komunitas yang tradisional dan memiliki pengetahuan yang rendah. Maka untuk memajukan komunitas tersebut diperlukan pengetahuan dari luar. Konsekuensi perencanaannya bersifat top-down, sentralistis, direncanakan oleh tenaga ahli dan lebih mengutamakan perencanaan pertumbuhan ekonomi makro. Konsekuensi perlakuan terhadap masyarakat memposisikan tenaga ahli sebagai pihak yang dilayani oleh masyarakat sehingga berimplikasi pada kehidupan sosial lebih menutupi realitas yang ada. Sedangkan tipe people centered development mengasumsikan masyarakat (komunitas) dibangun bukan karena mereka bodoh atau tidak mampu tetapi kemampuan yang dimiliki dioptimalkan sesuai dengan pengetahuan lokal dan teknologi tepat guna sebagai basis pengembangan masyarakat. Konsekuensi dari perencanaan ini menekankan pada aspek lokalitas, perencanaan secara otonomi berdasarkan lokalitas dan partisipasi masyarakat dan pemikiran otonomi ditekankan berdasarkan kebutuhan mikro. Sehingga konsekuensi perlakuan masyarakat memposisikan tenaga ahli sebagai fasilitator yang berimplikasi bagi kehidupan sosial yang lebih membuka realitas. Pengembangan masyarakat juga melihat adanya dimensi pada komunitas lokal yang terdiri dari collective action, nilai-nilai lokal, dimensi struktural dan dimensi ekologi. Sehingga pengembangan masyarakat sebagai pembangunan alternatif yang berlandaskan pada pembangunan berbasis komunitas, dimensi keberlanjutan, partisipatoris, pengembangan kapital sosial dan menghapus ketimpangan gender. Pengembangan masyarakat ini dapat melalui tiga pendekatan, yaitu pembangunan lokalitas, perencanaan sosial dan aksi sosial.

  1. d.      Strategi dan pendekatan pengembangan masyarakat menghadapi globalisasi perekonomian di Indonesia

Ada bermacam-macam strategi dalam pengembangan masyarakat, strategi ini bukan merupakan “obat generik” yang bisa diterapkan pada wilayah yang berbeda-beda. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai macam provinsi dari Sabang sampai Marauke. Hal ini menyebabkan kebudayaan yang dimiliki setiap daerah juga berbeda-beda. Pengembangan masyarakat mempunyai beberapa strategi dalam menghadapi dampak globalisasi perekonomian yang terjadi di Indonesia. Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa. Adanya sistem ekonomi yang mengalami perubahan tersebut, misalnya adanya privatisasi menjadikan sumberdaya alam dikuasai oleh beberapa orang saja sehingga terjadi ketimpangan. Ketimpangan tersebut menjadi fokus dari pembangunan berkelanjutan dengan pendekatan berbasis komunitas untuk  membagi sumberdaya yang ada.

Pendekatan yang digunakan dalam pengembangan masyarakat di Indonesia mengalami pergeseran dari perencanaan sosial menjadi pengembangan lokalitas. Perencanaan sosial yang ada di Indonesia menekankan pada suatu program yang berasal dari pemerintah bertujuan pada penyelesaian tugas untuk meningkatkan perekonomian. Pendekatan ini berasumsi pada production centered development yang menyatakan bahwa masyarakat dipandang sebagai komunitas yang tradisional dan memiliki pengetahuan yang rendah. Maka untuk memajukan komunitas tersebut diperlukan pengetahuan dari luar dan perencanaan programnya bersifat top-down, sentralistis, direncanakan oleh tenaga ahli dan lebih mengutamakan perencanaan pertumbuhan ekonomi makro. Peningkatan perekonomian ini diasumsikan oleh pemerintah dapat mengatasi globalisasi perekonomian dunia. Strategi yang digunakan dalam pendekatan ini mencakup rational-empirical dan power coercive. Rational-empirical menitik beratkan pada basis riset oleh beberapa ahli, sedangkan power-coercive  lebih terkait dengan hubungan relasi kekuasaan dimana kekuasaan tersebut cenderung dipaksakan kepada komunitas sehingga peningkatan perekonomian yang terjadi tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan baru yang berbasis pada komunitas. Pendekatan ini lebih memfokuskan pada aspek lokalitas dan keterlibatan komunitas dalam upaya menentukan kebutuhan yang mereka rasakan. Pendekatan ini lebih menekankan pada proses untuk menuju asumsi people centered development yang mengasumsikan masyarakat (komunitas) dibangun bukan karena mereka bodoh atau tidak mampu tetapi kemampuan yang dimiliki dioptimalkan sesuai dengan pengetahuan lokal dan teknologi tepat guna sebagai basis pengembangan masyarakat. Strategi yang digunakan dalam pendekatan ini mencakup Rational-empirical dan Normative-reeducative. Rational-empirical menitik beratkan pada basis riset oleh beberapa ahli, sedangkan normative-reeducative lebih terkait dengan sikap dan sistem nilai warga komunitas. Dari asumsi pendekatan dan strategi tersebut diharapkan adanya peningkatan ekonomi yang berkelanjutan pada komunitas secara mandiri sehingga pembangunan berkelanjutan dalam mengatasi perekonomian global.

 

Ikhtisar

Table 1. Matriks Perbandingan Beberapa Strategi dan Pengembangan Masyarakat.

Strategi vs Pendekatan pengembangan masyarakat Pembangunan lokalitas Perencanaan sosial Aksi social
Rational-empirical ü ü
Normative-reeducative ü

ü

Power-coersive ü


Daftar Pustaka

Anderson R, Long, Blubanga.1973. Apoproaches to community development. United State of Amerika: National university extension association and the American collage testing program.

Christenson JA, Robinson JW. 1989. Community development in perspective. United State of Amerika: IOA State University Press/Ames.

Hirst P, Thompson G. 2001. Globalisasi adalah mitos: sebuah kesangsian terhadap konsep globalisasi ekonomi dunia dan kemungkinan aturan mainnya. Penerjemah Rachbini DJ.Jakarta :Yayasan Obor Indonesia. Globalization in Question.

Ife J, Tesorioro F. Tanpa keterangan tahun. Alternatif pengemabangan masyarakat di era globalisasi community development edisi ke-3. Tanpa keterangan tempat terbit: Pustaka pelajar.

Nasdian FT. 2006. Pengembangan masyarakat. Bagian Sosiologi Pedesaan dan Pengembangan Masyarakat. Departemen Komunikasi dan Pengembangn Masyarakat. Fakultas Ekologi Manusia. Institut Pertanian Bogor (Tidak diterbitkan).

Stiglitz JE. 2009. Krisis global dan negara maju. [25 Maret 2011] Diunduh dari: http://www.harianglobal.com/index.php?option=com_content&view=article&id=5659%3Akrisis-global-dan-negara-maju&Itemid=66.

Thoha M (penyunting), Thee KW, Soen’an ADC, Usman TS, Tjitroresmi E,…, Syamsulbahri D. 2001. Globalisasi, krisis ekonomi dan kebangkitan ekonomi kerakyatan. Jakarta: Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E-LIPI).

Lampiran

Logical framework



Hubungan Komunikasi Verbal Terhadap Pengambilan Keputusan Kelompok

12 May

Oleh:

Rizka Amalia

I34090030

Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

Fakultas Ekologi Mamusia

Institut Pertanian Bogor

2011

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Manusia merupakan makhluk hidup yang selalu membutuhkan orang lain dalam kehidupannya, di mana kehidupan manusia selalu dipenuhi komunikasi dan interaksi pada orang yang ada disekitarnya. Berbagai macam komunikasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan, tetapi ketika manusia berada dalam sebuah kelompok maka terkadang manusia akan menghadapi konflik dalam pengambilan keputusan. Komunikasi yang efektif dalam kelompok adalah komunikasi verbal. Menurut Gamble dan Gamble (1984) dalam bukunya yang berjudul Communication work mengatakan bahwa sebuah konflik pasti akan terjadi pada sebuah kelompok. Konflik dapat terjadi pada sebuah kelompok yang yang masih bergerak dalam suatu bidang tertentu, di mana kekuatan beberapa orang dalam yang melakukan penentangan dan kekuatan yang ada di luar kelompok dapat menimbulkan konflik.

Komunikasi verbal digunakan sebagai isi pesan yang akan dilontarkan pada seluruh anggota kelompoknya agar terjadi sebuah tanggapan dari anggota kelompok lainnya. Proses pengambilan keputusan ini tidak selalu berakhir pada sebuah keputusan yang tepat, tetapi juga memungkinkan tercipta sebuah keputusan yang berakhir fatal atau lemah.

Banyak hal yang menyebabkan terbentuknya kualitas keputusan yang diharapkan oleh banyak pihak. Adanya komunikasi yang simultan dan variasi usulan yang diberikan oleh anggota yang berbeda mampu memberikan sumbangan pertimbangan keputusan yang akan diambil dalam menyelesaikan konflik yang ada dalam sebuah kelompok.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah penerapan komunikasi verbal oleh anggota kelompok ketika proses pengambilan keputusan?
  2. Bagaimanakah komunikasi verbal dapat menciptakan sebuah kesepakatan?

Tujuan

  1. Menggambarkan penerapan komunikasi verbal oleh anggota kelompok ketika proses pengambilan keputusan.
  2. Mengetahui proses komunikasi verbal sehingga dapat menciptakan sebuah kesepakatan.

Kegunaan

Makalah ini ditulis untuk memberi gambaran pada pembaca betapa pentingnya penggunaan komunikasi verbal dalam penyelesaian suatu konflik dalam diskusi.

Bab I

Komunikasi dan Konflik

 

2.1 Komunikasi

“Akar kata komunikasi adalah communicatio, dari kata dasar communis, yang berarti kesamaan dalam suatu hal.” (Lubis 2010 : 5). Kata komunikasi ini mempunyai beragam arti menurut pandangan beberapa ahli yang berbeda.

“ Black dan Bryant (1992) mendefinisikan komunikasi sebagai berikut: proses di mana orang-orang berbagi makna; proses di mana orang (komunikator) mengirim rangsangan untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan); terjadi ketika informasi melintas dari satu tempat ke tempat lain; pengalihan pesan sehingga saling mempengaruhi; dan terjadi bila si A menyampaikan pesan kepada si B melalui saluran C kepada si D dengan akibat E” (Lubis 2010 : 6).

“Komunikasi (communication) adalah proses sosial di mana individu-individu menggunakan simbol-simbol untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna dalam lingkungan mereka” ( West dan Turner 2007: 5). Komunikasi merupakan proses sosial di mana komunikasi selalu melibatkan minimal dua orang yang saling berinteraksi, dalam interaksi ini terjadi beberapa proses secara simultan untuk memperoleh suatu makna yang berarti. Proses komunikasi ini sendiri tidak diketahui kapan dimulai dan kapan diakhiri. Kejadian waktu lampau mungkin saja juga akan mempngaruhi proses komunikasi yang terjadi sekarang. Makna ini dibentuk karena adanya kesepakatan antara sekelompok orang.

“Komunikasi kelompok adalah komunikasi antara seseorang dengan orang lain dalam kelompok, berhadapan satu sama lain sehingga memungkinkan terdapatnya kesempatan bagi setiap orang dalam kelompok untuk memberikan pendapat secara verbal” (Amirudi Saleh 2010: 236). Menurut “Tubbs dan Moss (1983) serta Devito (1996) membedakan ke dalam tiga tipologi, yakni: linier, interaksional, dan transaksional”( Mugniesyah 2010: 56).

  1. Model linier

Model linier adalah model komunikasi satu arah di mana pembicara hanya menyampaikan pesan pada pendengar.

Gambar 1.1 Model Komunikasi Linear[1]

  1. Model interaksional

Model interaksional adalah komunikasi dua arah di mana model linier yang pendengarnya memberikan umpan balik.

Gambar 1.2 Model Komunikasi Interaksional[2]

  1. Model transaksional

Model transaksional adalah model komunikasi interaksional yang terjadi secara terus menerus dan menjadikan pendengar dan pembicara mempunyai kesamaan makna.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1.3 Model Komunikasi Transaksional[3]

*Keterangan: Gambar ini telah dimodifikasi

Pengertian komunikasi dan tipologi yang telah dijelaskan di atas akan berguna untuk mengamati proses komunikasi kelompok dalam pengambilan suatu keputusan. Kelompok yang membuat suatu forum baik itu formal atau tidak formal, maka akan memperlihatkan adanya model transaksional atau bahkan hanya model linear. Hal ini hanya terjadi karena tipe beberapa anggota kelompok mempunyai perbedaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.2 Konflik

Konflik terjadi karena adanya ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih. Menurut Robbin (1996) keberadaan konflik dalam organisasi dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.[4]

Konflik dalam suatu forum dapat mempunyai dampak negative dan juga mempunyai dampak positif. Diantara dampak-dampak tersebut dapat dilihat pada pernyataan sebagai berikut:

“We see that in any situation problems can develop if we fail to deal with conflict appropriately to be derived from handling conflict effectively. Alan Filley, in the book Interpersonal Conflict Resolution, identifies four major values arising from conflict. First, many conflict situations can function to eliminate the probability of more serious disharmony in future. Second, conflict can increase our innovativenees by helping us acquire new ways of looking at things, new ways of thinking, and new behaviors. Third, conflict can develop our sense and trust. Fourth, it can provide us with an invaluable opportunity to measure the strength or viability of our relationship[5]. Conflict, after at all, result of diversity” (Gamble dan Gamble 1984 : 261).

Adanya konflik dalam forum akan mempunyai dampak yang positif jika anggota dalam kelompok-kelompok tersebut yang akhirnya akan membentuk sebuah organisasi yang utuh mempunyai peningkatan dalam memikirkan solusi-solusi yang original sesuai ide mereka. Konflik seperti inilah yang diharapkan menciptakan komunikasi budaya rendah[6]. Anggota-anggota dalam forum akan menyampaikan ide dengan pesan verbal dan dalam menyampaikan ide tersebut maka pihak yang lain harus mendengarkan dengan baik. Lazimnya manusia menghabiskan 42% untuk mendengarkan dan sisanya adalah untuk menyampaikan komunikasi secara verbal atau non verbal. (gamble dan gamble 1984: 76) . Pengertian ini akan lebih mudah jika dilihat dari tabel berikut:

Tabel 1.1 Prosentase Jenis-Jenis Komunikasi yang Dilakukan Manusia

No. Jenis-Jenis Komunikasi Prosentase (%)
1. Mendengarkan 42
2. Berbicara 32
3. Membaca 15
4. Menulis 11

Sumber: Buku communication work oleh Teri Kwal Gamble dan Michael Gamble

Keterangan: Tabel ini dimonifikasi dari pernyataan teks.

Bab II

Hubungan Komunikasi Verbal terhadap Pengambilan Keputusan Kelompok

 

Suatu kelompok akan melakukan komunikasi di manapun dan kapanpun mereka berada. Komunikasi kelompok sangat memungkinkan terjadi ketika kelompok tersebut mengadakan suatu diskusi untuk membuat keputusan. Proses pengambilan keputusan dalam kelompok diperlukan pemikiran-pemikiran yang kritis dari masing-masing anggota sehingga memungkinkan adanya model komunikasi transaksional menggunakan komunikasi verbal. Komunikasi verbal ini yang akan disampaikan secara simultan kepada anggota kelompok lainnya. Dalam komunikasi seperti ini maka setiap anggota kelompok akan mengutarakan pendapat dan pemikirannya masing-masing untuk tujuan tertentu. Pengomunikasian seperti ini menjadi berlarut ketika anggota dalam kelompok melakukan pertahanan untuk mempertahankan pendapatnya. Jika hal itu terjadi maka kemungkinan besar konflik antar anggota pun akan terjadi. Bahkan tidak jarang ditemukan adanya proses komunikasi yang berpotensi menimbulkan konflik karena adanya perbedaan pemahaman dan pemaknaan isi pesan. Menurut Berlo dalam Lubis (2010) dikatakan bahwa komunikasi selalu melibatkan sumber, penerima, pesan, saluran, akibat dan feedback. Komunikasi juga mempunyai hambatan, hambatan ini karena adanya proses komunikasi yang kurang sempurna yang dilakukan oleh pendengar (orang yang menerima pesan secara verbal). Menurut Purnaningsih (2010) hambatan tersebut antara lain sibuk dengan diri sendiri, sibuk dengan masalah eksternal, aspek pesan yang diperhatikan, asimilasi, faktor kawan atau lawan,dan mendengar yang diharapkan. Hal-hal yang telah disebutkan tersebut akan memungkinkan kurang terserapnya pesan secara maksimal. Pemahaman pada pesan itu sendiri akan mempengaruhi pandangan dan persepsi seseorang terhadap tujuan isi dari pesan itu. Jika penerima pesan dan pemberi pesan mempunyai pemahaman yang berbeda terhadap isi pesan ini, maka dari sinilah kemudian terjadi konflik pemikiran antara dua orang atau lebih yang berada pada forum tersebut.

Kejadian yang tergambar pada hal di atas tidak selalu terjadi, di mana tiap anggota kelompok akan saling menyangkal dan mempunyai pendapat yang berbeda. Kejadian yang berbeda akan terlihat dalam kelompok yang kohesivitasnya tinggi, hal ini sesuai dengan gambaran yang dipaparkan oleh teori groupthink.

“Groupthink (pemikiran kelompok) didefinisikan sebagai suatu cara pertimbangan yang digunakan anggota kelompok ketika keinginan mereka akan kesepakatan melampaui motivasi mereka untuk menilai semua rencana tindakan yang ada.” ( West dan Turner 2007 : 274)

Menurut teori tersebut maka memungkinkan adanya keputusan yang lemah karena kurangnya keberagaman pandangan dari anggota kelompok lainnya. Komunikasi verbal sangat  menentukan pada sebuah keputusan yang akan diterapkan dalam melaksanakan tujuan kelompok tersebut. Jika beberapa anggota yang mempunyai pemikiran bahwa keharmonisan kelompok lebih penting dari pada mempermasalahkan pendapat, maka pemikiran seseorang tidak mungkin dapat diketahui jika orang yang mempunyai pemikiran itu tidak menyampaikannya pada anggota lain secara verbal. Dari proses itulah yang akhirnya menjadi awal terbentuk kesepakatan yang lemah.

Bab III

Kesimpulan

 

            Komunikasi dalam kelompok sangat dipengaruhi oleh pesan verbal dan cara mendengarkan masing-masing anggota kelompok atas pesan tersebut. Forum dalam kelompok akan mencapai kesepakatan tinggi atas keputusan, jika adanya beragam ide yang disampaikan secara verbal. Konflik ide ini sendiri akan berdampak baik pada proses diskusi forum tersebut. Proses pengambilan keputusan ini tergantung juga pada kohesivitas anggota kelompok yang bisa menjadikan suatu keputusan akan berbeda dengan apa yang diharapkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Astuti RP.2006. Hubungan karakteristik partisipan dan konflik eksternal organisasi dengan iklim komunikasi organisasi: (kasus organisasi keagamaan jemaat ahmadiyah Indonesia (JAI). Desa Ciherang, Kecamatan Dermaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat). Bogor: Institut Pertanian Bogor

Gamble TK, Gamble M.1984. Communication work. 1rd edition. New York: Random House. 433 hal.

Imron LM, Kristiani.2007. Hubungan antara keterbukaan komunikasi, pemecahan konflik, kinerja kooordinator KIA dengan kepuasan kerja bidan di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. [Internet]. Yogyakarta: KMPK Universitas Gadjah Mada. [27 Desember 2010]. Diunduh dari: http://www.pdf-finder.com/HUBUNGAN-ANTARA-KETERBUKAAN-KOMUNIKASI,-PEMECAHAN-KONFLIK,-KINERJA-….html

Iskandarini. 2002. Analisis pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. [Internet]. Tanpa tempat terbit: Fakultas Pertanian Jurusan Sosial Ekonomi Universitas Sumatera Utara .[ 27 Desember 2010]. Diunduh dari:http://www.pdf-finder.com/ANALISIS-PEMECAHAN-MASALAH-DAN-PENGAMBILAN-KEPUTUSAN.html

Lubis DP, Mugniesyah SS, Purnaningsih N, Riyanto S, Kusumastuti YI… Fatchiya A. 2010. Dasar-dasar komunikasi. Bogor: Sains KPM IPB Press.392 hal

Rusman IK. 2009. Hubungan antara motivasi prestasi dan komunikasi dalam organisasi dengan prestasi kerja pegawai kantor pelayanan dan pengawasan bead an cukai tipe A3. [Internet]. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.[ 23 Desember 2010].Diunduh dari: http://www.pdf-finder.com/HUBUNGAN-ANTARA-MOTIVASI-BERPRESTASI-DAN-KOMUNIKASI-DALAM-….html

Sudianto. Tanpa tahun. Komunikasi organisasi sebagai mobilitas sosial. [internet]. Riau: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. [Dikutip 23 Desember 2010]. Diunduh dari http://www.uinsuska.info/dakwah/attachments/093_10komunikasiorganisasi.pdf

West R, Turner LH. 2008. Pengantar teori komunikasi: analisis dan aplikasi. Penerjemah Maer MND. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika. Judul asli: Introducing communication theory: analysis and application. 3rd edition. 380 hal.

Wikipedia. Tanpa tahun. Konflik –wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.[27 Desember 2010]. Diunduh dari :id.wikipedia.org/wiki/Konflik

 


[1] (Mugniesyah 2010: 56)

[2] (Mugniesyah 2010: 57)

[3] (Mugniesyah 2010: 58)

[4] Wikipedia. Tanpa tahun. Konflik –wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.[27 Desember 2010]. Diunduh dari :id.wikipedia.org/wiki/Konflik

[5] Alan C.Filley. 1975. Interpersonal conflict resolution. Scott: Glenview

[6] Komunikasi budaya rendah adalah cara-cara komunikasi yang lebih langsung, verbal, jelas.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.